MALANG – Ada alasan kuat, mengapa Arema FC ngebet juara Piala Indonesia 2018. Sebab, dengan menjadi juara, Arema FC bisa mendapatkan tiket untuk berlaga di Piala AFC 2020.
”Di Piala Indonesia, kami pasti bisa menang,” tegas pelatih Arema FC, Milomir Seslija, Kamis (24/1). ”Pertandingan (Piala Indonesia) sangat penting. Karena ini adalah jalan untuk beraksi di Asia,” sambung Milo.
Seperti diketahui, target juara memang sudah ditetapkan manajemen Arema FC. ”Kami ingin bisa mencapainya,” kata pelatih berkewarganegaraan Bosnia Herzegovina ini.
Perjalanan untuk menuju juara memang masih cukup panjang. Bila melewati adangan Persita Tangerang di babak 32 besar, setidaknya masih ada tiga babak lagi yang mesti dilalui, sebelum berlaga di final. Yakni, babak 16 besar, 8 besar, lalu semifinal. ”Sekarang yang terpenting meyakinkan pemain bahwa mereka bisa,” ujar Milo.
Namun di sisi lain, penting pula untuk menjaga mental pemain agar tidak sampai overconfidence. ”Tidak ada tim yang lemah di sini (Piala Indonesia),” kata dia.
Itu bila melihat pergerakan sejumlah tim di bursa transfer. Madura United misalnya, lewat proyek ala Los Galacticos-nya, pasti mengincar juara di Piala Indonesia. Begitu pun dengan tim-tim lain, seperti Persija Jakarta, Barito Putera, maupun Bali United.
Satu hal yang membuat Arema FC menjadi salah satu unggulan di Piala Indonesia adalah aspek historis. Arema FC menjadi tim tersukses nomor dua di ajang tersebut.
Arema FC sudah mengoleksi dua trofi Piala Indonesia (dulu pernah menggunakan nama Copa Indonesia). Yakni, di edisi pertama Piala Indonesia 2005 lalu, dan 2006. Kemudian, pada 2010, Arema FC harus puas menjadi runner-up Piala Indonesia.
Adapun, tim tersukses di Piala Indonesia masih dipegang Sriwijaya FC. Tim yang musim ini harus lengser ke Liga 2 itu mengoleksi tiga trofi.
Sementara pada edisi terakhir Piala Indonesia pada 2012 lalu dimenangkan Persibo Bojonegoro. Berkat hasil itu, Persibo tampil di Piala AFC 2013. (adk/c2/muf/jpnn/is/k15)
Editor : wahyu-Wahyu KP