SAMARINDA - Setelah berlaga di ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VI 2018 Kaltim di Sangatta, Kutai Timur, pemanjat tebing Samarinda masih minim event. Tak ada sponsor membuat kontingen Kota Tepian juga kesulitan menggeber kejuaraan.
Pelatih panjat tebing Samarinda, Andriani Qiqit menuturkan, atletnya hanya giat berlatih rutin. Hal ini membuat timnya sulit mengukur kemampuan para pemanjat.
"Di daerah lain juga belum ada event. Jadi kami sementara hanya rutin berlatih," ucap Qiqit.
Selain sulit mengukur kekuatan para pemanjatnya, Qiqit menyebut, mental anak asuhannya jadi kurang terasah. Agenda kejuaraan yang bersifat terbuka sangat perlu dilakukan, mengingat Kaltim sebagai salah satu kiblat panjat tebing di pentas nasional.
"Kalau ada sponsornya, kami dari Samarinda siap mengadakan kejuaraan. Sekaligus pemanasan sebelum seleksi untuk kejuaraan nasional (kejurnas) di Banjarmasin," imbuh Qiqit.
Disebutkan Qiqit, atletnya yang berlatih didominasi pemanjat junior. Pasalnya, mereka bakal bersaing untuk di kejuaraan provinsi (kejurprov) di Sangatta, Kutai Timur (Kutim).
"Jadwalnya kami belum terima. Yang pasti, agendanya di Kutim. Jadi, saya minta anak-anak giat berlatih agar fisik dan mentalnya terjaga," jelas Qiqit.
Soal target, Qiqit menerangkan, cukup muluk. Yakni, keinginan kontingen Samarinda mengirim wakil di setiap kelas yang dipertandingkan.
"Semoga terwujud. Karena kami tidak mendapat dukungan dari KONI Samarinda untuk atlet junior yang disiapkan ini. Beruntung orangtua atlet mendukung penuh kegiatan anak-anaknya. Mereka gotong royong membeli peralatan dan perlengkapan latihan," pungkas Qiqit. (*/abi/is)
Editor : octa-Octa