Keputusan Jorginho berpindah klub dari Napoli menuju Chelsea di musim 2018-2019 berbuah positif. Meski kepindahan itu sesungguhnya tak lepas dari efek domino atas kepindahan sang pelatih, Maurizio Sarri.
Menurut allenatore Italia Roberto Mancini, pilihan hijrah pemain berusia 27 tahun sangat pas. Bermain di kompetisi berbeda meningkatkan skill Jorginho yang hal itu berdampak positif bagi timnas. “Bermain di Inggris membuat Jorginho memiliki pengalaman lebih ketika menjalani laga dengan tempo tinggi. Dan para wasit yang memberinya waktu berlari lebih banyak di lapangan,” tutur Mancini kepada Football Italia kemarin (10/6).
Mancini paham betul betapa cepat dan bertenaganya sepak bola Inggris ketimbang Italia. Mancini pernah melatih Manchester City pada 2009-2013 dan menghasilkan tiga trofi di tanah Inggris.
Jangan lupakan juga kepindahan Jorginho ke Chelsea musim ini menghasilkan trofi level Eropa perdananya. Setelah memenangi Coppa Italia 2013-2014 dan Supercoppa Italiana 2014 bersama Napoli, musim 2018-2019 dia menjadi bagian penting Chelsea dalam meraih titel Liga Europa.
Duet Jorginho dan Marco Verratti menurut Mancini merupakan kombinasi terbaik. Keduanya mengatur tempo, menjadi dirigen dalam distribusi bola, dan jadi tembok di depan para pemain belakang.
Pengakuan untuk peningkatan kualitas Jorginho juga datang dari tandemnya Verratti. Pemain yang membela Paris Saint-Germain itu menyamakan Jorginho dengan mantan rekannya di klub,Thiago Motta. “Cara bermain Jorginho sungguh sangat simpel. Tapi memberikan efek besar. Yakni membuat tim yang dibelanya itu seolah punya tembok tebal,” puji Verratti seperti diberitakan Calciomercato.
Verratti sendiri pernah membaca serta mendengar kalau Jorginho mendapat kritik habis-habisan dalam musim perdananya di Chelsea. Jorginho dicerca hanya sebagai tukang oper bola dan tak pernah punya tembakan on target. Diantara 54 penampilan bareng The Blues, Jorginho hanya mencetak dua gol. Satu diantaranya dicetak dari titik penalti. “Dalam era sepak bola modern seperti sekarang, setiap tim membutuhkan beberapa pemain dengan kemampuan menjaga bola agar tetap berada di tim mereka dan mengumpan. Situasi ini membuat tim berimprovisasi,” ucap Verratti. (dra/ali)
Editor : izak-Indra Zakaria