Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Alexis Sanchez Masih Menakutkan

izak-Indra Zakaria • 2019-06-19 10:30:32

SAO PAULO – Alexis Sanchez menemukan kembali siapa dirinya. Alexis yang selalu menjadi momok menakutkan bagi pertahanan lawan. Status yang nyaris terlupakan enam bulan terakhir. Ketajaman El Nino Maravilla, alias Si Anak Ajaib, julukan Alexis, kembali dengan satu gol dan satu assists saat Cile menghantam Jepang empat gol tanpa balas kemarin WIB (18/6).

Sundulan terbang saat menit ke-82 memutus paceklik gol Alexis dalam 144 hari. Setelah menjebol gawang Arsenal pada putaran keempat Piala FA (26/1) bagi Manchester United, tidak pernah ada lagi gol dari bomber 30 tahun itu. Selain menyumbang gol, dia juga jadi kreator dari gol Eduardo Vargas semenit setelahnya.

Gelandang Cile Arturo Vidal menyebut, Alexis belum habis setelah dua kontribusi dalam satu laga. ''Alexis cuma memerlukan gol,'' kata Vidal seperti dikutip Manchester Evening News. Semusim pertama dengan United, pemain bergaji termahal di United tersebut cuma mengoleksi dua gol dan empat assists dalam 27 laga. Terendah dalam karirnya di level klub.

Situasi Alexis itu kontradiksi dengan di timnas. Dari tiga laga terakhir membela La Roja, julukan timnas Cile, Alexis tak pernah berhenti mencetak gol. Bahkan dua laga terakhir mampu dia tandai dengan gol dan assists sekaligus. Vidal berharap, jiwa Alexis kembali sepulangnya di Copa America. ''Setelah musim tersulitnya, ini bisa menambah kepercayaan dirinya lagi,'' harap sesama pemain senior di timnas Cile itu.

Alexis kepada AS mengaku sempat kesulitan menyesuaikan diri dengan ritme permainan Gary Medel dkk. Terlebih, sebelum kembali ke Santiago, dia sempat mengalami cedera engkel. ''Selama enam pekan, saya merasa lebih buruk dari yang pernah saya alami sebelumnya,'' beber Alexis.

Makanya di babak pertama dia belum maksimal. ''Saya kesusahan (pada babak pertama), saya merasa kelelahan. Tetapi saya bisa lebih bagus pada babak kedua,'' ucap Pemain Terbaik di Copa America Centenario itu. Reinaldo Rueda, entrenador Cile, sempat sangsi memasang sang pemain sebagai starter.

Apalagi, yang dihadapi Cile “hanya” Jepang yang tampil bukan dengan skuad utamanya. ''Kami ingin mencadangkannya untuk laga selanjutnya. Tetapi, dia pulih lebih cepat. Dia berada dalam jalur yang tepat,'' ungkap Rueda yang debut di Copa America itu. Maklum Cile melakoni big match lawan Uruguay pada laga selanjutnya (18/6) di Estadio do Maracana, Rio de Janeiro. (ren)

Editor : izak-Indra Zakaria
#Bola dunia