Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Bad Ending Ash Barty

izak-Indra Zakaria • 2019-11-11 13:06:11

PERTH- Australia punya modal sangat bagus sebelum memulai final Fed Cup 2019 melawan Prancis. Mereka punya materi pemain yang bagus. Ashleigh Barty yang baru saja menyabet gelar WTA Finals 2019 jelas menjadi senjata utama Australia. Selain itu, Negeri Kangguru tersebut diuntungkan karena final Fed Cup tahun ini berlangsung di kandang mereka, RAC Arena, Perth.

Tetapi, nasib baik belum berpihak kepada mereka. Pada akhirnya Australia harus menunggu lebih lama lagi untuk mengakhiri paceklik juara di Fed Cup. Kali terakhir Australia berada di podium tertinggi yakni pada edisi 1974.

Kekalahan tipis 2-3 dari Prancis kemarin (10/11) membuat Australia kehilangan kans terbesarnya dalam 26 tahun terakhir. Sebelumnya, di edisi 1993, Australia berhasil lolos ke final, namun mereka kalah 0-3 dari Spanyol.

Duel ketat tim Australia dengan Prancis sudah tersaji sejak hari pertama (9/11), situasi itu berlanjut hingga final penentuan kemarin. Barty yang merupakan petenis putri nomor 1 dunia menjadi kuncian Australia. Dia tampil dalam tiga pertandingan.

Barty berhasil melewati pertandingan kedua dengan mengatasi tunggal putri Prancis Carolina Garcia dengan skor mencolok, 6-0, 6-0. Dominasi Barty tersaji jelas dalam 56 menit pertandingan. Kemenangan impresif itu seharusnya memberikan konfidensi yang bagus dan membawa langkah petenis 23 tahun tersebut lebih mudah saat menghadapi petenis Prancis lainnya Kristina Mladenovic.

Tetapi faktanya, Barty tak mampu melakukan hal yang sama kepada Mladenovic. Dia takluk dari petenis peringkat 40 WTA itu lewat rubber set yang diwarnai tiebreak, 6-2, 4-6, 6(7)-7(7). Sebenarnya, kompatriot Barty Ajla Tomljanovic sempat menghidupkan asa Australia di final setelah membuat kedudukan imbang 2-2. Dia mengalahkan delegasi Prancis lainnya, Pauline Parmentier, 6-4, 7-5

Tetapi, hasil antiklimaks didapatkan Australia. Pada laga pemungkas via ganda putri pasangan Prancis Garcia/Mladenovic menang atas Barty/Samantha Stosur 6-4, 6-3. "Anda bisa melihat betapa berartinya ini buat kami, jelas sangat mengecewakan duduk di sini tidak dengan hasil yang kami harapkan," kata Barty sebagaimana dikutip ESPN. Hasil tersebut menjadi penutup akhir tahun yang kurang sempurna buat kampiun turnamen grand slam Prancis Terbuka 2019 tersebut.

Sementara itu, Mladenovic menjadi inspirator kemenangan Prancis atas Australia di final Fed Cup tahun ini. Dia memberikan tiga poin kemenangan buat Prancis. Yakni di dua laga tunggal putri dan satu pertandingan ganda putri.

"Kredit buat jagoan Prancis-Mladenovic yang memberikan permainan terbaiknya hari ini (kemarin), karena kurasa dia membawa semua (beban) tim Prancis di pundaknya, dia mengambil (gelar) dari tangan kami," beber Alicia Molik, kapten tim Australia.

kemenangan tersebut membuat Prancis kini mengoleksi tiga gelar Fed Cup. Yakni setelah edisi 1997 dan 2003. Tahun ini Mladenovic dan Garcia berhasil melakukan penebusan dosa yang setimpal. Dua tahun lalu keduanya menjadi biang kekalahan Prancis dari Republik Ceko lewat pertandingan terakhir ganda putri. Kala itu, mereka takluk dari Karolina Pliskova/Barbora Strycova, 5-7, 5-7.

"Begitu banyak emosi yang kami bagi bersama Caro (Garcia), setelah tiga tahun lalu kami gagal pada kesempatan terakhir," kata Mladenovic. "Hari ini, kami hanya ingin membalas dendam kecil buat kami sendiri dan sulit menjelaskan bagaimana perasaan kami saat ini," lanjutnya. (nap)

Editor : izak-Indra Zakaria