GENK – RB Salzburg selangkah lagi membuat histori besar di ajang Liga Champions. Tiga poin di kandang KRC Genk Luminus Arena kemarin (28/11) membuat Salzburg bersaing ketat dengan Liverpool dan Napoli lolos dari grup E menuju fase 16 besar.
Salzburg menang 4-1 atas Genk. Sementara di Anfield Liverpool ditahan tim tamu Napoli dengan skor 1-1. Matchday enam 11 Desember mendatang akan menjadi do or die buat Salzburg. Mereka akan menjamu Liverpool di Red Bull Arena Wals-Seizenheim. Sedang Napoli menjamu Genk di Stadio San Paolo.
Penyerang Salzburg Erling Braut Haaland dalam wawancara dengan Sky Sport Austria mengatakan optimis bisa lolos ke fase knockout. Haaland yang mencetak satu gol ke gawang Gank pun membuat rekor yakni sebagai pemain 19 tahun yang mencetak gol di lima matchday Liga Champions.
"Mereka (Liverpool, red.) memang tim terbaik di dunia saat ini. Namun kami tahu kami akan sangat kuat ketika bermain di kandang dan jika kami bermain di level terbaik, maka kami punya kesempatan," tutur Haaland.
Secara lebih lanjut ketika ditanya mengenai rekor sebagai pemain 19 tahun pertama yang terus menerus mencetak gol di lima matchday, Haaland menanggapinya dengan biasa. "Meski itu rekor namun saya lebih peduli hasil tim saya," ucap anak pesepak bola era 1990-an Alf Inge-Haaland itu.
Selain Haaland, maka penyerang Salzburg Patson Daka mencatatkan rekor lain. Daka menjadi pemain asal Zambia pertama yang mencetak gol di Liga Champions. Adanya gol Daka ini membuat total sebanyak wakil 103 negara di dunia mencetak gol di Liga Champions.
"Sesungguhnya Daka bukan yang pertama. Sebab saat masih berformat European Cup, pemain asal Zambia lainnya Kalusha Bwalya pernah mencetak gol pada musim 1991/1992 buat PSV Eindhoven," tulis Zambia Football.
Sementara itu, 'saudara' RB Salzburg yakni RB Leipzig memastikan kelolosannya lebih dahulu ke fase 16 besar. Pencapaian ini merupakan sejarah besar buat klub yang baru berdiri 2009 atau sedekade silam.
Leipzig bermain seri 2-2 lawan Benfica di Red Bull Arena Leipzig. Satu poin tersebut membuat Leipzig memuncaki grup G untuk sementara dengan poin sepuluh. Di matchday keenam Leipzig akan bertandang ke markas Olympique Lyon.
Pahlawan Leipzig di laga kemarin adalah gelandang mereka, Emile Forsberg. Gol penalti Forsberg di menit ke-90 dan 90+6 membuat mereka unggul head-to-head atas Zenit maupun Lyon sehingga memastikan lolos di matchday lima ini. (dra)
Editor : izak-Indra Zakaria