Mitra Kukar harus segera melupakan euforia kemenangan pada partai perdananya di kompetisi musim ini. Sebab, meski mengakhiri laga dengan raihan tripoin, permainan Naga Mekes masih menyisakan banyak celah.
SAAT menjamu Martapura FC di Stadion Rondong Demang, Tenggarong, Kukar, Anindito Wahyu dkk disebut belum mampu menunjukkan konsistensi performa. Permainan paling menghibur ala tim kebanggaan publik Kota Raja hanya terlihat pada 40 menit pertama pertandingan.
Sisanya, pemain bak kehilangan sentuhan terbaik. Seperti ketika seringnya kehilangan bola akibat kesalahan sendiri. Kondisi itu akan sangat membahayakan jika tak segera diperbaiki. Apalagi kompetisi baru dimulai.
Secara kesiapan, Martapura FC jauh di bawah Mitra Kukar. Namun dari segi permainan, Laskar Sultan Adam bermain mendominasi di babak kedua. Kondisi itu menjadi gambaran awal betapa mengkhawatirkannya bila Barisan Kuat dan Kekar–julukan Mitra Kukar bertemu tim kuat dengan persiapan lebih matang seperti Persis Solo atau Persiba Balikpapan.
Menanggapi hal itu, Jafri Sastra tak menampik di balik kegembiraan atas kemenangan, dirinya menyimpan rasa tidak puas. “Bahagia karena hasilnya kita menang. Tapi sedikit kurang senang karena permainan anak-anak gagal konsisten,” tutur pelatih berdarah Minang itu.
Terkait kondisi fisik, Dian Oktovery selaku pelatih fisik menilai pemainnya tidak terlalu kedodoran. Meskipun dia menyadari beberapa pemain yang usianya di atas 30 tahun memang sedikit kewalahan pada menit akhir. Namun, yang lebih membuat lelah karena anak-anak Kota Raja tidak bermain seperti 40 menit pertama.
“Kalau fisik hanya beberapa pemain saja yang terlihat lelah. Tapi kami dari jajaran pelatih melihat para pemain hilang konsentrasi karena sudah unggul. Sehingga lawan mengambil alih permainan. Terlalu mudah hilang bola cukup berbahaya,” tutur Dian.
Memiliki waktu dua pekan ke depan, jajaran pelatih akan segera memperbaiki kekurangan para penggawanya. Namun, para pelatih tidak akan berfokus semata-mata ke menu fisik. “Kami lebih ke maintenance saja. Karena kita belum tahu sampai kapan sebenarnya kompetisi ini ditunda. Jadi kami lebih berhati-hati saja,” pungkasnya. (don/ndy/k8)
Editor : izak-Indra Zakaria