Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Sofie Imam Faizal, Mantan Pelatih Fisik Persiba Terjebak di Malaysia

izak-Indra Zakaria • 2020-04-13 15:06:10
SUNYI: Sofie Imam Faizal berfoto dengan latar jalanan Kota Kinabalu, Sabah, yang lengang. Foto diambil Sabtu (11/4) sore.
SUNYI: Sofie Imam Faizal berfoto dengan latar jalanan Kota Kinabalu, Sabah, yang lengang. Foto diambil Sabtu (11/4) sore.

Sofie Imam Faizal kini tak bisa banyak beraktivitas di luar ruangan. Sehari-hari, pelatih fisik Sabah FA ini lebih banyak menghabiskan waktu di dalam apartemennya di kawasan Likas, Kota Kinabalu.

 

SABAH–Mantan pelatih fisik Persiba dan Timnas U-19 ini mengaku tak sempat memikirkan pulang ke Tanah Air, sebelum Pemerintah Malaysia memberlakukan lockdown mulai 18 Maret lalu.  

Sebab, awalnya kasus Covid-19 di Negeri Jiran memang tak terlalu parah. Bahkan, Sabah FA masih sempat beberapa kali menggelar latihan bersama meski kompetisi saat itu sudah dihentikan. 

“Tapi situasi berubah setelah ada peningkatan kasus positif. Latihan bersama akhirnya dihentikan, sekarang pemain latihan masing-masing,” terang dia. 

Sehari-hari kini Imam banyak menghabiskan waktu di Apartemen Peak So Ho. Memasak, olahraga ringan dan memantau latihan fisik pemain lewat video call jadi rutinitas laki-laki asal Tulungagung itu. 

Di Sabah, Imam menyebut, kasus positif Covid-19 sudah nyaris mencapai 40. Kondisi ini, kata dia membuat dia juga cukup waswas.  Namun, dia mengaku optimistis dengan langkah Pemerintah Malaysia yang segera memberlakukan lockdown, sehingga penyebaran Covid-19 kini mulai dikendalikan. 

Lockdown yang ditetapkan pemerintah membuat nyaris semua fasilitas publik stop beroperasi. Warga benar-benar diperintahkan untuk bertahan di dalam rumah, dan hanya ke luar saat belanja kebutuhan sehari-hari. 

“Yang beroperasi hanya kios penjual kebutuhan sehari-hari, itu pun dibatasi maksimal sampai jam lima sore,” kata dia. Agar warga patuh, pemerintah dikatakan Imam juga bersikap tegas. Bagi mereka yang melanggar aturan selama lockdown, bakal dikenakan denda 1.000 ringgit Malaysia dan kurungan enam bulan.  

“Tapi pemerintah juga memberikan subsidi bagi warga, kalau tidak salah 1.600 ringgit Malaysia untuk masing-masing keluarga,” ujar Imam. 

Lockdown juga membuat Liga Super Malaysia dihentikan sementara waktu. Namun, beda dengan Liga Indonesia, di mana PSSI membolehkan klub menggaji 25 persen pemain selama kompetisi berhenti, di Malaysia semua pemain dan staf tetap mendapat 100 persen gaji.

 Pada laga terakhir sebelum diberlakukan lockdown, Sabah FA bermain imbang 2-2 melawan Perak FA pada 14 Maret lalu. Mereka kini nangkring di peringkat 5 klasemen. “Hingga saat ini belum ada wacana pemotongan gaji. Kami masih menerima gaji sesuai kontrak,” kata Imam. 

Meski belum tahu kapan kompetisi kembali bergulir, Imam menyebut pemerintah membagi masa lockdown menjadi empat fase. Jika sesuai rencana, pada 28 Mei nanti, kondisi Malaysia sudah bisa kembali pulih. “Total lockdown akan diberlakukan selama 70 hari mulai 18 Maret kemarin,” ungkap dia. (hul/abi/k8)

 

Editor : izak-Indra Zakaria
#persiba