Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Terkait Mundurnya Ratu Tisha, Jangan Lagi Ada Kegaduhan

izak-Indra Zakaria • Kamis, 16 April 2020 - 20:21 WIB
Ratu Tisha
Ratu Tisha

JAKARTA – Pernyataan keras disampaikan anggota Exco PSSI Haruna Soemitro. Haruna meminta tidak ada lagi kegaduhan yang disebabkan oleh mundurnya Tisha. Permintaan itu merujuk kepada pernyataan Wakil Ketua Umum PSSI Cucu Somantri yang sudah salah memberikan statement soal pengganti Tisha. ’’Waketum jangan terulang lagi membuat statement yang seakan atas perintah Ketum PSSI. Waketum harusnya sudah paham soal statuta PSSI, jangan membuat statement yang jadi blunder,’’ ucap Haruna.

Haruna membeberkan tentang statuta PSSI 2019 pasal 61. Di situ disebutkan kalau pemilihan Sekjen PSSI harus dilakukan secara transparan. Pria yang pernah jadi Ketua Asprov PSSI Jawa Timur itu menambahkan kalau posisi Sekjen adalah ujung tombak PSSI. Jadi, Sekjen harus menguasai sejumlah bidang. ’’Sekjen harus punya pengetahuan luas dan pandai berkomunikasi,’’ paparnya.

Sementara itu, Sriwijaya FC masih menunggu jawaban dari Tisha soal tawaran menjadi menjadi manajer tim. Tawaran itu diajukan kepada Tisha pada Selasa lalu (14/4). Namun, hingga kemarin, Tisha belum memberikan respons. Hal itu diakui oleh Sekertaris PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM) Faisal Mursyid. ’’Sejauh ini belum ada jawaban. Tapi, kami akan tetap menunggu,’’ kata Faisal.

Saat dihubungi, Tisha menolak untuk memberikan komentar. Baik mengenai alasan mundur dari posisi Sekjen ataupun tawaran dari Sriwijaya FC. ’’Terima kasih atas perhatiannya yang mendalam. Saya belum bisa komen apa-apa, mohon maaf dan pengertiannya. Sehat selalu,’’ jawabnya singkat.

 

Syauqi: Saya Fokus di Jogja Saja

 

Nama-nama yang diisukan bakal mengisi pos Sekjen PSSI terus menggelinding. Salah satu nama yang begitu santer disebut adalah Ketua Asprov PSSI Jogja Ahmad Syauqi Soeratno. Syauqi dinilai sangat mumpuni menjadi sekjen PSSI. Jauh sebelum memimpin Asprov PSSI DIY, Syauqi pernah menjadi manajer PSIM Jogja. Dia juga lama menduduki posisi direktur Badan Liga Sepak Bola Amatir Indonesia (BLAI). Syauqi pun pernah menjadi deputi sekjen PSSI. Namun, Syauqi belum bersedia memberikan tanggapan. "Jawaban saya tetap sama, saya tidak mau berkomentar," kata Syauqi kepada Jawa Pos. "Kalau saya harus berkomentar, maka komentar saya, saya akan mendoakan yang terbaik untuk sepak bola Indonesia," imbuhnya.

Soal siapa yang akan duduk di posisi tersebut, Syauqi tak mau berandai-andai. "Itu kewenangan ketum PSSI (memilih sekjen). Saya hanya mendoakan yang terbaik untuk sepak bola Indonesia," ujar alumnus Universitas Gadjah Mada tersebut.

Syauqi menambahkan saat ini fokusnya adalah untuk Asprov PSSI DIY. Untuk sepak bola Jogja. "Di luar sepak bola Jogja, fokus saya adalah turut mencegah penyebaran pandemi virus korona. Ini saja sudah menguras tenaga dan energi. Karena itu, saya tak mau berkomentar soal pergantian sekjen PSSI," jelasnya. (rid/fim/bas)

Editor : izak-Indra Zakaria
#bola nasional #nasional