UDINESE– Dua pekan lalu, ada enam tim yang menolak wacana Serie A dilanjutkan di tengah pandemi Covid-19. Mereka adalah Torino, Sampdoria, Brescia, SPAL, Udinese, dan Bologna. Kemarin waktu setempat, seperti dilansir Adnkronos, suara agar kompetisi tertinggi di Italia itu tidak dilanjutkan kian kencang. Sebab, ada dua tim lagi yang diyakini kontra. Mereka adalah Fiorentina dan Parma.
Seperti dilansir La Gazzetta dello Sport, penolakan tersebut berdasarkan Italia yang masih rentan terhadap perkembangan Covid-19. Hingga tadi malam, jumlah kasus yang positif terus bertambah dan mencapai 181.228 kasus. 24.114 di antaranya meninggal dunia. Delapan tim tersebut menilai bahwa langkah melanjutkan Serie A akhir bulan depan bukan keputusan bijak karena angka penularan yang masih tinggi.
Faktor lainnya menyangkut neraca keuangan. Tujuh klub tersebut merupakan tim papan bawah dan zona degradasi. Dengan kembali melanjutkan kompetisi, artinya biaya operasional mereka, termasuk gaji pemain, kembali mengalir. Padahal, sangat mungkin stadion akan tanpa penonton saat Serie A dilanjutkan. Itu mengurangi pemasukan bagi klub.
Rencananya,semua klub sudah boleh latihan pada awal bulan depan. Sedangkan kans terbesar jadwal awal melanjutkan kompetisi adalah antara 30 Mei. Tetapi, belum diputuskan apakah Serie A atau second leg semifinal Coppa Italia yang jadi pembuka kembali aktifnya sepak bola Italia.
’’Dalam pertemuan hari ini (kemarin, Red), dewan Lega Serie A tetap ingin kompetisi diselesaikan jika pemerintah mengizinkan. Tentunya, kompetisi nanti akan mengikuti protokol medis yang sudah ditetapkan,’’ pernyataan resmi Lega Serie A seperti dikutip Tuttosport.
Ternyata, klaim Adnkronos langsung dibantah Fiorentina dan Parma. Keduanya menolak dicap sebagai tim yang mendukung suara enam klub terkait penolakan mereka agar Serie A musim ini dilanjutkan.
’’Kami akan mematuhi semua ketentuan dan keputusan yang nantinya diambil Lega Serie A, FIGC (federasi sepak bola Italia), dan pemerintah terkait nasib Serie A musim ini,’’ komentar resmi Fiorentina. (io)
Editor : izak-Indra Zakaria