Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Kisah Alfonsius Kelvan Kembangkan Restoran di Samarinda

izak-Indra Zakaria • Kamis, 4 Juni 2020 | 15:10 WIB
PUNYA KESIBUKAN: Alfonsius Kelvan (kanan) semasa masih berseragam Borneo FC. Saat ini dia kembali ke Samarinda, mengembangkan bisnis restorannya.
PUNYA KESIBUKAN: Alfonsius Kelvan (kanan) semasa masih berseragam Borneo FC. Saat ini dia kembali ke Samarinda, mengembangkan bisnis restorannya.

Terhentinya kompetisi tak membuat Alfonsius Kelvan kehabisan kegiatan. Kesempatan itu dia manfaatkan untuk kembali mengasah kemampuannya di Itu karena dia punya kegiatan lama sebagai pengelola restoran.

SAMBUNGAN telepon dari Jawa Pos berdering cukup lama sebelum Alvonsius Kelvan mengangkatnya. Setelah memperkenalkan diri dan menyampaikan maksud, kiper Persela Lamongan itu meminta waktu sebentar. “Sebentar ya, Mas. Ini aku masih renovasi restoku,” ucapnya.

Ya, kiper berkepala plontos itu memang sedang sibuk memperbesar restoran miliknya. Restoran itu berada di Jalan Bhayangkara, Samarinda. Berdiri sejak 2018. Tepatnya saat Alfons memperkuat Borneo FC. Hanya, karena ingin berkonsentrasi sebagai pesepak bola, Alvon menyerahkan pengelolaan kepada istrinya, Karina Mulya Sari.

Nah, kini, karena kompetisi terhenti karena pandemi Covid-19, dia berkesempatan lebih banyak untuk terlibat dalam membesarkan bisnisnya itu. “Ini yang (halaman) belakang mau dibangun. Biar lebih luas,” kata mantan kiper Persebaya Surabaya itu.

Saat ini, resto milik Alfons menyediakan beragam menu bakaran. Seperti ayam maupun ikan bakar. Selain itu, ada menu arabian food yang disajikan. “Jadi, nanti konsepnya, yang halaman depan untuk makanan yang dibakar. Yang belakang khusus menu arabian food,” tambah Alfons.

Alfons ikut terjun langsung membangun area halaman belakang. “Saya bantu jebolin tembok juga. Soal ide (bangunan) semua dari istri saya,” jelasnya. Meski begitu, Alfons tidak canggung memegang beragam perkakas. “Ya hitung-hitung buat olahraga. Karena saya juga sudah lama enggak latihan di lapangan kan,” tambah mantan kiper Bali United tersebut.

Alfons mengebut proses pembangunan halaman belakang. “Targetnya tanggal 10 (Juni) kami sudah bisa opening,” harapnya. Pengembangan restoran itu sejalan dengan bisnisnya yang kian moncer. Selama dua tahun berjalan, restoran miliknya sudah ramai pelanggan. Bahkan, jumlah pendapatan juga lumayan. “Kalau pas lagi ramai, penghasilan bersih dalam sehari minimal Rp 1 juta,” ungkapnya.

Artinya, dalam sebulan, resto miliknya bisa meraup untung sampai Rp 30 juta. Tapi, Alfons sempat merasakan restonya sepi. Termasuk pada Ramadan lalu. Itu efek dari pandemi Covid-19. Karena harus stay at home, pelanggan yang datang tidak terlalu banyak. Alhasil, pendapatan bersih bisa berkurang sampai 50 persen. “Pokoknya pas musim korona, (pendapatan) jatuhnya parah banget,” jelas Alfons.

Bahkan, Alfons sempat merumahkan beberapa karyawan restonya. “Sekarang tinggal empat karyawan. Dua di antaranya bantu istri saya di dapur,” ungkapnya. Sang istri, Karina, memang jadi tumpuan di restoran. Dia adalah juru masak utama. Nyaris seluruh resep menu makanan berasal dari Karina. “Jadi, enggak ada koki. Semua istri saya yang masak,” jelas Alfons.

Hanya, resep sambal untuk ayam dan ikan bakar berasal dari sang mertua. “Makanya, tempat ini dinamakan Restoran Haji Ati. Karena itu nama dari mertua saya,” terangnya. Beberapa sambal yang khas memang hanya dijual di restoran tersebut. “Banyak jenis sambalnya. Mulai sambal kacang sampai sambal jeruk juga,” tambah kiper kelahiran 21 Juni 1989 tersebut.

Karena rasa sambal yang khas, resto milik Alfons banyak peminat. Meski masih dalam masa pandemi, selepas Lebaran, pelanggan mulai kembali berdatangan. Kini, pendapatan mulai kembali normal. Karena hanya memiliki empat karyawan, Alfons dan Karina mulai kerepotan. “Makanya, ini mulai kepikiran untuk cari karyawan baru lagi,” ungkap kiper asli Jakarta tersebut.

Selama ini, Alfons dan Karina saling berbagi tugas di restoran. Jika Karina sibuk mengurus menu di dapur, Alfons beda lagi. “Saya paling di kasir sama ngontrol karyawan yang lain,” tutur Alfons. Selain itu, mantan kiper PSMS Medan tersebut kebagian tugas lain. Apa itu? “Kalau malam, saya yang beli bahan-bahan di pasar buat masakan di restoran,” tambahnya.

Meski begitu, Alfons mengaku enjoy. Toh, pemasukan dari restoran benar-benar sangat dibutuhkan selama pandemi. Maklum, dia hanya menerima gaji sebesar 25 persen di Persela selama libur kompetisi. “Sementara saya masih harus bayar ini itu. Bayar karyawan, bayar cicilan. Makanya, pemasukan dari resotran alhamdulillah sangat membantu sekali,” ucapnya.

Apalagi, kondisi sang mertua juga tengah sakit. Butuh biaya banyak untuk berobat. “Saya harus bayar obat buat orang tua,” katanya. Saat ini, sang mertua dirawat di Balikpapan. Berjarak sekitar dua jam dari Samarinda jika menggunakan mobil pribadi. Karena itu, saat ini Alfons dan Karina sering bolak-balik Samarinda-Balikpapan untuk menengok mertuanya. (jpc/ndy)

Editor : izak-Indra Zakaria