Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Kecewa Wacana Meniadakan Liga 3

izak-Indra Zakaria • 2020-06-05 13:40:38
Photo
Photo

JAKARTA – PSSI memang sudah mengeluarkan wacana untuk melanjutkan kompetisi musim ini. Namun, itu hanya di level Liga 1 dan Liga 2. Bagaimana dengan Liga 3? PSSI ternyata berwacana untuk tidak menggelar kompetisi di level ini. Hal itu disesalkan oleh Asprov PSSI dan sejumlah klub Liga 3.

Salah satu yang kecewa adalah Asprov PSSI Jawa Timur. Melalui Sekertaris Asprov Jatim Amir Burhanuddin, mereka tak setuju jika ada wacana meniadakan Liga 3. Meski baru wacana, itu sudah dianggap melukai pemain dan pengelola klub Liga 3.

Amir mengatakan sangat aneh apabila Liga 1 dan Liga 2 dilanjutkan namun Liga 3 malah tidak dilaksankan. Sebab, promosi dan degradasi dari ketiga kasta kompetisi tersebut saling berkaitan. ’’Apalagi kompetisi ini kan bagian dari program kerja. Dan itu dirumuskan dan diputuskan melalui kongres. Bukan sekedar rapat exco saja,’’ jelas Amir.

Amir pun merasa kalau Liga 3 dianak tirikan. Sebelumnya PSSI menerima masukan dari tim Liga 1 dan Liga 2 melalui virtual meeting. Namun, mereka tidak pernah melibatkan Liga 3 yang dalam hal ini representatifnya para Asprov.

Hal senada disampaikan Wakil Ketua Umum Asprov DI Jogjakarta Wahyudi Kurniawan dalam sebuah talkshow streaming. Dia mengatakan Liga 3 itu merupakan cikalbakal pemain profesional yang ada di Liga 1 dan Liga 2. Klub yang berkompetisi pun sangat banyak. Total, ada 800 klub seluruh Indonesia. ’’Ini fundamental, harusnya PSSI memikirkan ini bersama. Dan 34 Asprov harusnya diajak bicara oleh PSSI,’’ ujar Wahyudi.

Wahyudi juga menilai, wacana tanpa adanya promosi dan degradsi juga tidak sesuai dengan statuta. Padahal hal tersebut berkaitan dengan status voters dalam Kongres Tahunan PSSI. ’’Kalau tidak ada degradasi, pasti berpengaruh dengan keanggotaan. Jumlah voters itu tergantung pada degradasi ini. Liga 3 yang ada 800 klub, hanya 16 punya suara di Kongres. Lalu bagaimana nanti ke depannya jika tanpa degradasi?,’’ jelas pria yang juga punya klub di Liga 3 bernama Sleman United tersebut.

Kekecewaan juga disampaikan klub Liga 3 lainnya Gresik United. Tim berjuluk Kebo Giras itu merasa rugi jika Liga 3 musim ini ditiadakan. Sebab, persiapan tim berjuluk Laskar Joko Samudro itu sudah maksimal. Mereka merekrut Subangkit sebagai pelatih pada Februari lalu. Kemudian langsung melakukan seleksi pemain. Bahkan, sudah ada 17 pemain yang dipastikan masuk dalam skuad musim ini.

"Kami sudah melakukan persiapan seperti ini. Tapi ternyata Liga 3 terancam batal," keluh Manajer Gresik United Toriqi Fajerin. "Apalagi, target kami memang promosi ke Liga 2," tambahnya.

Lalu, bagaimana nasib pelatih dan pemain yang sudah lolos seleksi? Pihak manajemen masih memiliki ikatan dengan mereka. "Kami kan sudah melakukan pra kontrak dengan pemain. Jadi kalau sewaktu-waktu Liga 3 jalan, semua pemain siap untuk membela Gresik United," ujar pria yang juga Ketua Umum Ultrasmania tersebut.

Persiapan serius juga telah dilakukan Madura FC. Mereka juga tetep memberikan gaji sebesar 25 persen kepada skuad yang sudah dikontrak. "Tapi, kami sudah bersepakat akan menunggu perkembangan terbaru dari Asprov Jatim hingga akhir Juni," kata manajer Madura FC, Syaiful Hidayat.

Bagaimana respons PSSI ? Plt Sekjen PSSI Yunus Nusi mengungkapkan alasan belum dipikirkannya kelanjutan Liga 3. Alasan utama adalah pendanaan. Menurutnya, selama ini kompetisi klub-klub di Liga 3 banyak didanai oleh APBD. Karena pandemi korona, banyak dana APBD yang harusnya untuk memutar kompetisi Liga 3 dialihkan untuk penanganan pandemi korona. ’’Jadi akan sulit memutar kompetisi. Kami sendiri baru nanti ngurusi Liga 3 ketika sudah sampai regional nasional,’’ kata Yunus

Pandemi korona juga menjadi kendala. Dia menyebut, Liga 3 berbeda dengan Liga 1 dan Liga 2. Liga 3 diputar dalam satu daerah. ’’Kalau daerahnya zona merah, sulit pindah ke daerah lain karena mainnya tingkat asprov. Sedangkan Liga 1 dan Liga 2, kan masih bisa pinjam stadion lain kalau daerahnya zona merah, dan sulit memainkan pertandingan,’’ paparnya.

Tapi di luar itu, Yunus menuturkan Liga 3 tetap akan dipikirkan. Hal tersebut sudah disinggung secara langsung oleh Iwan Bule. ’’Nanti sesudah Rapat Exco memutuskan nasib kompetisi, Ketua Umum PSSI akan bertemu dengan Asprov-asprov untuk membahas kompetisi. Jadi ditunggu saja hasilnya bagaimana,’’ ujarnya. (rid/nia/gus/bas)

Editor : izak-Indra Zakaria