SAINT-DENIS– Kembali ke Luzhniki. Ya, begitulah yang bisa diibaratkan dari laga matchday kedua UEFA Nations League A Grup 3 di Stade de France, Saint-Denis, dini hari nanti WIB. Karena, Prancis akan mengulangi kembali momen pertemuannya dengan Kroasia seperti di final Piala Dunia 2018.
Momen sudah yang menjadikan dua pemain nomor enam di Prancis dan Kroasia, N’Golo Kante dan Marcelo Brozovic sebagai dua gelandang flop pada laga tersebut. Brozo, sapaan akrab Brozovic, yang jadi penyebab di balik gol pertama Prancis dari gol bunuh diri Mario Mandzukic. Les Bleus, julukan Prancis, juga baru bisa lepas dari tekanan Kroasia setelah main tanpa Kante.
Nah, dini hari nanti WIB, kedua nomor enam tersebut bakal mengubah peruntungannya. Kantelele, julukan Kante, dan Brozo pun sama-sama menentukan peruntungannya sendirian. Itu karena mereka kehilangan partner-nya di lini tengah. Seperti Kante yang kehilangan Pogba, atau Brozo yang tak berkolaborasi dengan Luka Modric dan Ivan Rakitic.
Lalu siapa yang akan mampu keluar dari sorotan tajam? (siaran langsung Mola TV pukul 01.45 WIB). Entraineur Prancis Didier Deschamps yakin, Kante dapat menebus performa buruk di Luzhniki, dini hari nanti. ’’Dia (Kante) sudah diganggu banyak cedera. Tapi dia sudah mampu kembali dengan volume agresivitasnya. Karakteristik atletik di atas rata-rata. Bahkan sudah lebih dari 100 persen, di atas normal,’’ puji Deschamps, kepada Telefoot.
Jika di Luzhniki dia berperan sebagai pivot ganda dengan Pogba, maka di UEFA Nations League kali ini gelandang Chelsea itu berkolaborasi bersama gelandang Juventus Adrien Rabiot. Kolaborasi yang jadi kunci vital transisi bertahan-menyerang Hugo Lloris dkk saat mengalahkan Swedia 1-0 (6/9).
Rabiot dengan tekel terbanyak (4 kali) dan Kante yang terbanyak di intersep-nya (5 kali). Melawan Swedia, dia juga 13 kali memenangi 13 kali perebutan bola. Kante jadi pemain pertama yang memenangkan 10 perebutan bola dalam lima laga beruntunnya bersama Prancis. Itu seperti catatan Opta sejak 2006.
’’Tipikal permainannya berbeda (Kante dan Rabiot). Tetapi, mereka mampu membentuk kerja sama dan kombinasi yang bagus. Saya merasa permainan duo ini sudah mulai menyatu,’’ beber Deschamps saat memberi penilaian kolaborasi Kante dan Rabiot di depan back three-nya. Rabiot jadi pemain ketiga yang pernah didapuk jadi partner Kante saat Pogba absen. Dua sosok lainnya adalah Corentin Tolisso dan Tanguy Ndombele.
Tantangan yang sama kini juga dihadapi Brozo. Kalau tidak langsung trio Brozo-Rakitic-Modric dalam formasi 4-3-3, gelandang Inter Milan tersebut dapat berpasangan dengan Rakitic saat Modric berperan jadi nomor 10 dalam formasi 4-2-3-1. Atau, menjadi pivot ganda dengan Lukica, sapaan akrab Modric.
Brozo dimainkan sebagai pengganti saat Vatreni, julukan timnas Kroasia, takluk 2-4 atas tuan rumah Portugal di Estadio do Dragao, Porto (6/9). Kemungkinan besar, Brozo berpasangan dengan gelandang Chelsea Mateo Kovacic. Bek Kroasia Dejan Lovren mengklaim mereka bakal move on dari situasi tanpa Modric dan Raketa, sapaan akrab Rakitic.
’’Tanpanya (Modric-Rakitic), kami juga bisa memainkan sepak bola terbaik. Setelah dari Porto, kami akan menunjukkannya kepada kalian,’’ klaim mantan bek Liverpool FC itu, dilansir laman 24Sata. Tapi mantan pelatih Kroasia saat era 1990-an Ciro Blazevic menganggap Kovacic takkan menguntungkan Brozo.
’’Kova (sapaan akrab Kovacic) hanya bersinar di Inggris, di Chelsea dia pemain terbaik. Tetapi, tidak bagi kami. Di Porto, dia sudah jadi elemen musuh dalam barisan permainan kami,’’ tuding Blazevic, pelatih yang berada di balik sukses Kroasia finis di posisi ketiga Piala Dunia 1998 itu. (ren)
Line up ---
Prancis (3-4-1-2): 1-Lloris (g/c); 5-Lenglet, 4-Varane, 3-Kimpembe; 2-Dubois, 14-Rabiot, 13-Kante, 19-Mendy; 7-Griezmann; 9-Giroud, 11-Martial
Pelatih: Didier Deschamps
Kroasia (4-2-3-1): 1-Livakovic (g); 16-Jedvaj, 21-Vida (c), 6-Lovren, 3-Barisic; 11-Brozovic, 8-Kovacic; 18-Rebic, 15-Pasalic, 4-Perisic; 9-Kramaric
Pelatih: Zlatko Dalic
Wasit: Ovidiu Hategan (Rumania)
Stadion: Stade de France, Saint-Denis
Siaran Langsung: Mola TV pukul 01.45 WIB
Asian Handicap 0:¾
Editor : izak-Indra Zakaria