BANJARMASIN – Tim menembak Kalsel menorehkan prestasi yang lumayan bagus pada ajang Kejurnas Menembak Hari Kemerdekaan 2020 di Jakarta, akhir Agustus tadi. Meraih satu medali emas, satu medali perak, dan dua medali perunggu. Hasil ini diakui pengurus Perbakin Kalsel masih kurang maksimal.
Medali emas disabet Reagen Hakim Wibowo yang tampil di nomor 10 meter air pistol youth men. Sedangkan medali perak diraih Fenny Bachtiar yang main di nomor 10 meter running target mixed women. Dua medali perunggu masing-masing dihasilkan M Khusaeri di 10 meter running target mixed men, dan Lailian Dini Arafa yang tampil di nomor pertandingan 10 meter air rifle youth.
Pelatih tim menembak Kalsel, F Dharmawan tak menampik hasil di kejurnas tersebut terbilang lumayan, namun juga belum maksimal. Penyebabnya di kejurnas tersebut hanya mempertandingkan kelas individual, alias tidak memainkan kelas beregu.
“Padahal, anak-anak sangat potensial apabila tanding di kelas beregu. Namun, kami bersyukur tetap bisa membawa pulang medali dan masuk jajaran sepuluh besar nasional di ajang kejurnas tersebut,” sebut pelatih yang akrab disapa Iwan itu.
Pandemi Covid-19 menyebabkan kelas beregu tak dimainkan di sejumlah kejurnas menembak. Termasuk di Kejurnas Menembak Hari Kemerdekaan 2020 di Jakarta. “Ajang ini sebenarnya termasuk yang bergengsi. Namun, karena berbagai batasan karena pandemi Covid-19, hampir semua tim tak bisa memaksimalkan performanya,” sambungnya.
Iwan juga membuat sejumlah catatan sebagai bahan evaluasi bagi para atlet menembak Kalsel. “Intinya, mereka harus dipoles lagi. Wajar saja, selama masa pandemi Covid-19, program latihan juga terganggu,” tuntasnya.(oza/dye/ema)
Editor : miminradar-Radar Banjarmasin