Presiden Klub Madura United Achsanul Qosasi mengungkapkan, sebelum deal dengan klub elite Malaysia Johor Darul Ta’zim (JDT), Syahrian Abimanyu sudah meminta izin kepadanya.
Menurut Achsanul, sang pemain sudah diinginkan JDT sebulan lalu sebelum akhirnya tercapai kata sepakat. ’’Dia sudah minta izin ke saya. Saya menyetujuinya. Bahkan menganjurkan mengambil kesempatan itu,’’ ucapnya.
Abi –sapaan Syahrian Abimanyu– dikatakannya sempat takut dengan omongan netizen. Sebab, Abi hanya akan bermain di JDT II. Bukan JDT I yang main di Liga Super Malaysia.
’’Saya katakan ke dia, JDT mengontrakmu untuk main bola dan itu tugas Abi. Negeri ini masih melarang bermain bola. Silakan bermain di sana dengan baik dan jaga sikap. Saya yakin JDT mengontrak Abi untuk diorbitkan ke JDT I,’’ ungkap Achsanul.
Bahkan, ada pesan khusus yang diminta AQ –sapaan Achsanul– kepada Abi. Di luar dari kerja keras dan kesungguhan selama latihan dan bertanding, dia meminta Abi jadi ’’mata-mata” Madura United. Mempelajari bagaimana pengelolaan JDT hingga jadi tim profesional.
’’JDT adalah klub bagus yang dikelola dengan baik, dan federasi di Malaysia memiliki perencanaan yang jelas. Pelajari cara mereka, ceritakan ke saya, agar Madura United bisa meniru walaupun dengan kemampuan yang jauh berbeda,’’ bebernya.
Rekan satu tim Abi di Madura United, David Laly, tidak kaget ketika Syahrian Abimanyu direkrut oleh JDT. Sebab, sejak awal tahun ini, tepatnya ketika Madura United melakukan preseason di Malaysia, Abi sering ngobrol dengannya tentang sepak bola di Malaysia.
Kebetulan, David memang punya pengalaman berkarir di negeri jiran. Tepatnya ketika dirinya bergabung bersama Felcra FC pada 2018. ’’Dia tanya-tanya soal sepak bola Malaysia itu seperti apa. Dia tanya pengalaman aku main di sana bagaimana,’’ tuturnya.
David mengaku menjelaskan sepengetahuannya soal sepak bola Malaysia. Walau hanya semusim, paling tidak dia bisa memberikan informasi baru kepadanya.
’’Abi sebenarnya sudah punya pengalaman banyak soal sepak bola Malaysia. Kan dia pernah juga di Malaysia ikut ayahnya sama coach Rahmad Darmawan saat melatih di Malaysia,’’ jelasnya. (jpc)
Editor : izak-Indra Zakaria