GOL yang diciptakan gelandang Mason Mount ke gawang Real Madrid (6/5) memastikan langkah Chelsea ke final Liga Champions. Gol pada menit ke-85 itu lahir dari assist winger Christian Pulisic. Dua pemain berusia 22 tahun tersebut merepresentasikan Chelsea sebagai tim yang percaya pada kemampuan alumnus akademi The Blues.
Selain Mount dan Pulisic, deretan alumnus akademi di skuad Chelsea saat ini dihuni bek tengah Andreas Christensen dan bek kanan Reece James sebagai pemain yang tampil kemarin. Juga ada gelandang Billy Gilmour, winger Callum Hudson-Odoi, dan striker Tamy Abraham.
Khusus Pulisic, pemain asal Amerika Serikat itu hanya numpang lewat di akademi Chelsea. Sebab, dia hanya menjalani trial pada 2010 dan Chelsea kemudian tidak meminatinya. Meski begitu, awal musim ini sempat viral foto yang menunjukkan Pulisic dan Mount ketika bersama di akademi Chelsea. ”Saya sangat frustrasi,” cerita Pulisic tentang pengalamannya 11 tahun lalu kepada CBS Sports.
Frustrasi kembali dialami Pulisic karena cedera merusak laju performa moncernya musim lalu atau tahun pertama bersama Chelsea. Kini, seiring Chelsea ditangani Thomas Tuchel, peruntungan Pulisic kembali bagus. Sebab, Tuchel adalah pelatih yang memberinya debut profesional bersama Borussia Dortmund lima tahun silam.
Seperti Pulisic, Mount pernah dikecewakan Chelsea. Dia ”dibuang” ke Vitesse Arnhem pada musim pertamanya setelah meneken kontrak profesional pada musim panas 2017. Jika bukan karena dibawa Frank Lampard musim lalu, Mount belum tentu masuk tim utama The Blues.
”Pemain seperti Mason (Mount) adalah pembangkit motivasi di akademi (Chelsea) saat ini. Bahwa pemain yang pernah disia-siakan kini bisa punya peran penting dalam sejarah klub (lolos ke final Liga Champions, Red),’’ beber John Terry, eks kapten Chelsea sekaligus alumnus akademi The Blues, kepada Football London. (ren/c17/dns)
Editor : izak-Indra Zakaria