ABU DHABI – Thomas Tuchel tidak ada di bangku cadangan saat Chelsea mengalahkan Al Hilal 1-0 dalam semifinal Piala Dunia Antarklub 2021 (10/2). Pelatih Chelsea itu diketahui positif terpapar Covid-19 sehingga tidak bisa terbang ke Abu Dhabi.
Meski begitu, Tuchel menonton langsung bukan hanya tentang gol semata wayang striker Romelu Lukaku (32’). Melainkan juga aksi gemilang Kepa Arrizabalaga menjaga gawangnya tetap nirbobol dalam laga di Mohammed bin Zayed Stadium tersebut. Kiper yang notabene berstatus cadangan Edouard Mendy itu tercatat melakukan setidaknya tiga penyelamatan penting.
Nirbobol itu merupakan kali ketujuh oleh Kepa sepanjang musim ini dari total 13 kali penampilan. Itu berarti kiper termahal dunia (EUR 80 juta/Rp 1,3 triliun) saat diboyong dari Athletic Bilbao pada 2018 tersebut memiliki persentase nirbobol 53,8.
Angka itu masih lebih baik ketimbang Mendy dengan 12 kali nirbobol dari 26 laga atau persentasenya 46,1. Meski, secara realitas, memainkan laga lebih banyak bagi seorang kiper berarti risiko kebobolan tentu lebih besar.
Hanya, setidaknya, Kepa tidak mengecewakan ketika dipercaya sebagai ban serep Mendy yang notabene kiper terbaik dunia (The Best FIFA Goalkeeper 2021). Sebelum berangkat ke Abu Dhabi, Kepa juga melakukan penyelamatan penalti di babak waktu tambahan sehingga Chelsea tidak sampai menjalani adu penalti kala menyingkirkan Plymouth Argyle FC dalam putaran keempat Piala FA (6/2).
”Aku akan pusing kalau ditanya siapa (Mendy atau Kepa) yang akan main di Abu Dhabi nanti,” ucap Tuchel sebelum skuad Chelsea berangkat ke Piala Dunia Antarklub di laman resmi klub.
Kepa disebut mendapatkan kesempatan main melawan Al Hilal karena Mendy baru datang setelah mengantarkan Senegal sebagai juara Piala Afrika 2021.
Asisten pelatih Chelsea Zsolt Low ketika menanggapi hal itu hanya menyatakan bahwa saat ini level permainan Kepa dengan Mendy memang sama. Keputusan siapa yang akan main dalam final melawan Palmeiras pada Sabtu malam (12/2) butuh pembahasan.
” Kami menunggu opini Thomas (Tuchel) dan pelatih kiper, di antaranya Henrique Hillario dan James Russel, sebelum kami membuat keputusan dalam final nanti,’’ tutur Low kepada Evening Standard.
Asisten pelatih Chelsea lainnya, Arno Michels juga menilai Kepa dan Mendy sama-sama bisa diandalkan untuk adu penalti. Fase yang biasanya krusial dalam laga perebutan juara. ’’Dalam adu penalti, Kepa mempunyai kemampuan membaca pikiran eksekutor penalti lawan. Edou (sapaan akrab Mendy) pun telah membuktikan diri dalam final Piala Afrika (menang adu penalti atas Mesir, Red),” bebernya.
Meski terlibat persaingan kompetitif, tidak ada rivalitas di antara Kepa dan Mendy yang merusak suasana ruang ganti tim. Hal itu diakui oleh kapten Chelsea Cesar Azpilicueta. ”Kami sangat beruntung mempunyai dua kiper hebat seperti mereka. Kami harus menikmati situasi ini, khususnya bagi bek seperti saya,” beber pemain yang akrab disapa Azpi tersebut kepada Football London. (ren/dns)
Editor : izak-Indra Zakaria