LIGA 2 dibagi per wilayah. Deltras Sidoarjo legowo dengan apa pun keputusan PSSI. Sebab, The Lobster sudah siap untuk mengarungi Liga 2 musim ini. Sejak manager meeting (2/8), manajemen Deltras tidak pernah rewel. Mereka siap dengan skenario apa pun. "Sempat ada opsi dua wilayah atau tiga wilayah. Semua tim diminta untuk memberikan masukan. Bagaimana dengan Deltras? Kami menyatakan tidak masalah dengan opsi dua atau tiga wilayah," kata asisten manajer Deltras Miftahul Fahamsyah.
Hanya, pria yang akrab disapa Fim itu berharap pembagian dilakukan dengan adil. "Harus fair. Kalau bisa disesuaikan dengan geografis wilayah masing-masing," kata Fim. Menurutnya, berada di wilayah mana saja tetap sama. "Karena kami tetap harus melakukan laga home dan away," tambahnya.
Cuma, dengan dibagi tiga wilayah, ada satu bagian yang bakal diuntungkan. "Menurut saya wilayah tengah nanti yang paling ideal. Karena mereka cukup away ke kadang musuh dengan menggunakan jalur darat," kata Fim. Kondisi itu berbeda dengan yang dialami oleh klub di dua wilayah lainnya. Yakni pada wilayah barat dan timur.
"Kalau dua wilayah lainnya, pasti akan ada away yang hanya bisa ditempuh dengan jalur udara," jelas Fim. Dengan begitu, klub yang bermain di dua wilayah tersebut bakal mengeluarkan biaya lebih banyak. Sementara tim yang bermain di wilayah tengah bisa lebih irit. "Jadi pembagian wilayah ini juga berpengaruh pada finansial klub," tambahnya.
Saat ini Deltras sudah memiliki 30 pemain. Mereka baru saja melakukan launching tim (14/8). Sayang, The Lobster justru takluk 2-1 dari sesama tim Liga 2, Persipa Pati. Meski begitu, pihak manajemen memastikan bakal tetap mengarungi kompetisi dengan Ibnu Grahan sebagai pelatih kepala. Hanya evaluasi akan terus dilakukan. (gus/bas)
Editor : izak-Indra Zakaria