Musim panas kali ini jadi debut Jorginho merasakan pramusim bersama Arsenal.
Namun, Jorginho malah memulainya dengan performa buruk ketika Arsenal ditahan 1-1 oleh FC Nurnberg di Max-Morlock-Stadion, Nuremberg, kemarin (14/7) WIB.
Jorgi –sapaan akrab Jorginho– melakukan gol bunuh diri konyol. Meskipun, sejatinya itu bukan kesalahan murni gelandang 31 tahun timnas Italia tersebut.
Operan kiper Karl Jakob Hein-lah yang buruk karena Jorginho dalam posisi di-pressing pemain lawan. Alhasil, Jorginho melakukan back pass dari jarak sekitar 27 meter yang meluncur ke gawang Arsenal dengan Hein belum balik ke posisi ideal.
Gol bunuh diri tersebut terjadi 17 menit setelah Jorginho masuk menggantikan Thomas Partey. Jorginho pun menjadi bulan-bulanan di media sosial. Meski tidak sedikit yang menyalahkan Hein, Jorginho punya andil karena punya jam terbang lebih tinggi.
’’Pramusim atau tidak, penampilan Jorginho sama buruknya,’’ kritik salah seorang Gooners –sebutan fans Arsenal– di media sosial seperti dikutip Daily Star.
Menanggapi gol bunuh diri tersebut, tactician Arsenal Mikel Arteta belum merasa perlu untuk meluapkan kemarahannya. ’’Kesalahan masih menjadi bagian dari olahraga. Apalagi, dalam situasi seperti ini (pramusim, Red),’’ kata Arteta kepada BBC Sport.
Meski begitu, Arteta mengakui jika performa anak asuhnya tidak sama antara di babak pertama (dengan mayoritas pemain utama) dan babak kedua (banyak pemain dari U-23).
’’Beberapa pemain kami baru menjalani tiga kali sesi latihan. Mereka masih butuh waktu untuk kembali mengoneksikan diri,’’ sambung Arteta. (*)
Editor : izak-Indra Zakaria