Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Hanya Dua Lolos Seleksi Pra PON

izak-Indra Zakaria • Senin, 24 Juli 2023 - 20:41 WIB
LOLOS SELEKSI: Dua atlet Woodball asal Berau berhasil lolos di seleksi Pra PON.
LOLOS SELEKSI: Dua atlet Woodball asal Berau berhasil lolos di seleksi Pra PON.

TANJUNG REDEB – Setelah melaksanakan beberapa tahapan, kini atlet Cabang Olahraga (Cabor) Woodball berhasil lolos dari seleksi Pra Pekan Olahraga Nasional (Pra PON). Hal itu diutakan Binpres Woodball Berau, Trio Aria Saputra, (21/7).

“Ada dua atlet yang lolos, dan sementara saat ini atlet tersebut sedang bertanding.Dua atlet itu sudah masuk di tim Kaltim. Dimana, mereka adalah peraih medali emas di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) beberapa waktu lalu,” ujarnya kepada Berau Post.

Meski sudah berhasil mengikuti seleksi Pra PON, namun dirinya menyayangkan masih belum cairnya anggaran pembinaan, hal itu katanya tentu sangat berpengaruh terhadap atlet. Dimana, yang pihaknya hanya dapat menurunkan beberapa atlet akibat keterbatasan anggaran. “Sangat berdampak, saat tes pertama seleksi Pra PON di Samboja beberapa waktu lalu, ada empat atlet yang terpilih. Setelah panggilan di tes kedua di KONI Kaltim kami hanya mampu memberangkatkan dua atlet,” katanya

Sehingga dengan adanya hal ini dirinya pun meminta adanya perhatian dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau. Mengingat saat ini banyak atlet khususnya Woordball yang sedang mengikuti beberapa tahapan untuk tampil di PON mendatang. “Semoga ada perhatian untuk para atlet, karena saat ini mereka sedang berjibaku menghadapi seleksi untuk bisa mengikuti pertandingan bertatap nasional tersebut,” imbuhnya.

Dengan adanya perwakilan atlet dari Berau yang mengikuti PON menurutnya menjadi nilai plus untuk daerah. “Ada atlet Berau yang ikut bertanding PON itu suatu kebanggaan untuk Berau karena atlet bisa memperkenalkan daerahnya,” tandasnya.

Terkait dengan adanya polemik tentang anggaran pembinaan olahraga senilai Rp 3 miliar maupun dana oprasional KONI Rp 1 miliar yang sampai saat ini tak kunjung cair, ditangapi Kepala Bidang Olahraga Dispora Berau, Nuransyah.

Untuk tahun 2023 menurutnya, masih dalam transisi peralihan anggaran pembinaan olahraga yang sebelumnya dikelola oleh KONI ke Dispora Berau. Sehingganya, ada beberapa kendala yang dihadapi.

Dikatakannya, bahwa total anggaran pembinaan olahraga yang dikelola Dispora tahun 2023 di Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) kurang lebih Rp 3 miliar berbentuk hibah dalam satu rekening. "Yang jadi persoalan kemudian, jika langsung diberikan ke cabor anggaran pembinaannya, akan kesulitan dalam pembuatan SP2D (Penerbitan Surat Perintah Pencairan Dana)," katanya.

Karena tidak bisa, maka pihaknya mencoba menggunakan skema pergeseran anggaran, dengan memecah mata anggaran. Seperti rekening perjalanan dinas, uang saku, pembinaan olahraga, dan sejumlah pergeseran anggaran lainnya.

"Tapi itu harus terpecah menjadi 15 rekening. Tapi menurut Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TPAD), itu tidak masuk dalam pergeseran, karena melanggar aturan," ujarnya.

Lantaran skema pergeseran tidak bisa dilakukan, maka pihaknya mencari opsi lain, yakni melalui APBD (Anggaran Pendapatan Belanja Daerah) Perubahan 2023. Hanya lanjut Nuransyah, jika melalui APBD Perubahan, konsekuensinya kegiatan yang dilakukan cabor sebelumnya, seperti event Pra PON maupun Kejurprov, biayanya tidak bisa diganti. "Sampai saat ini kami belum bisa menemukam pola yang tepat, agar kegiatan cabor yang sudah dilaksanakan itu dapat terganti. Tapi, itu masih tetap kami upayakan, agar kegiatan yang sudah dilaksanakan dapat terganti," jelasnya.

Sementara, untuk 2024 mendatang, penyaluran dana pembinaan olahraga dipastikannya sudah bisa berjalan efektif. Dimana, setiap cabor bisa mengajukan proposal ke Dispora ketika ingin mengikuti turnamen atau mengadakan kegiatan. "Jadi cabor yang mengajukan proposal, nanti Dispora yang akan membiayainya," katanya.

Dirinya menegaskan, untuk pencairan dana cabor, pihaknya harus ekstra hati-hati, agar tidak melanggar regulasi yang telah ditentukan undang-undang. "Kami juga harus berhati-hati dengan masalah ini. Apalagi ini berkaitan anggaran," ujarnya. (aky/sam)

Editor : izak-Indra Zakaria
#olahraga