Sungguh membanggakan. Skuad voli indoor Kaltim, putra dan putri, sukses mewujudkan misi merebut tiket ke Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI/2024. Itu berkat keberhasilan mereka mengawinkan titel juara di babak kualifikasi (BK) PON Zona Kalimantan.
PADA rangkaian partai final di Balikpapan Sport & Convention Center (BSCC) Dome, Minggu (24/9), mereka sama-sama menuntaskan permainan dengan menang di tiga set. Sektor putri unggul atas tim Kalimantan Utara, dan tim putra sukses menaklukkan tim asal Kalimantan Tengah.
Manajer tim putri Fransiskus Xaverius Yapan mengaku sangat puas lantaran timnya memenuhi target. Setelah ini, pihaknya bersama KONI Kaltim dan Pengurus Provinsi (Pengprov) Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) Kaltim bakal bertemu untuk membahas persiapan Kaltim menatap PON 2024.
“Karena sebelum BK PON, TC (training camp/pemusatan latihan) hanya sebulan. Untuk PON harusnya lebih siap lagi, minimal TC tiga bulan. Kalau perlu enam bulan nanti biar lebih matang,” ujarnya.
Pasalnya, lanjut dia, seluruh persiapan termasuk untuk mental, fisik, dan teknik para atlet harus dimatangkan. Karena untuk dasar para atlet ini sudah ada, tinggal bagaimana hal itu dipoles lagi.
Soal keputusan TC pun, pria yang juga bupati Kutai Barat (Kubar) ini menyebut pihaknya hanya menanti keputusan KONI Kaltim. Apakah lokasi pemusatan latihan ini di Samarinda, Tenggarong, atau Balikpapan.
Lolosnya Kaltim ke PON kali ini, diakuinya suatu hal yang membanggakan. Mengingat, voli indoor Kaltim sudah lama absen menyumbangkan medali di PON. Terakhir, pada PON XVIII/2012, di mana Benua Etam sukses membawa perunggu.
Ia juga menyayangkan, pada edisi PON XX/2021 Papua, Kaltim kembali absen. “Dua minggu sebelum berangkat ke BK PON baru meminta bantuan ke Kubar. Saya bilang kami tidak mampu karena sangat mepet. Makanya edisi kali ini saya beritahu KONI Kaltim dan PBVSI Kaltim harus ikut, karena Kaltim sudah peringkat keempat perolehan medali,” jelasnya.
Ditanya soal target, ia menekankan bahwa Kaltim berhasrat memboyong medali di multiajang olahraga terakbar negeri ini. Demi mewujudkan itu, pihaknya bakal memberangkatkan skuad Kaltim ke Livoli Nasional 2023 di Lombok Tengah.
“Februari juga akan kami gelar kejuaraan voli indoor open di Kubar, dan tim ini akan diturunkan. Ini untuk mengasah kemampuan mereka dan pemanasan sebelum ke PON,” sebutnya.
Sejalan, Yayuk Seri Rahayu Yapan selaku manajer tim putra juga sangat bangga pada kerja keras skuadnya. Ia juga berharap, tim Kaltim bisa tampil maksimal di PON dan memboyong medali.
Ketua Pengprov Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) Kaltim Ekti Imanuel mengaku sangat bersyukur. Selain sukses sebagai tuan rumah BK PON Zona Kalimantan, skuad Kaltim juga berhasil memenangkan tiket menuju PON Aceh-Sumut.
“Tentu ini merupakan sejarah bagi Kaltim, bisa sukses jadi tuan rumah dan tim putra putri lolos ke PON,” tuturnya.
Dia menambahkan, keberhasilan ini tak lepas dari kerja keras semua pihak. Khususnya, manajer tim yakni Bupati Kubar Fransiskus Xaverius Yapan dan istri, yang kerap memberi dukungan penuh.
Di sisi lain, ini kali pertama skuad voli indoor Kaltim bisa kembali tampil di ajang bergengsi nasional tersebut, setelah sempat absen. Termasuk pada PON XX/2021 Papua, di bawah kepengurusan sebelumnya, Kaltim bahkan tidak ambil bagian dalam babak kualifikasi. “Makanya harapan kami di PON kali ini, Kaltim bisa boyong medali di sektor putra dan putri,” tambahnya.
Selanjutnya, pihak PBVSI Kaltim bakal menunggu tahapan lanjutan dari KONI Kaltim. Perihal kapan pemusatan latihan bakal dilaksanakan, anggaran yang bakal diserahkan, juga lokasi untuk TC. “Kami dari pengprov tinggal mengikuti tahapan tersebut. Yang jelas, target Kaltim di PON itu jelas zona medali,” kata dia.
Sementara itu, Ketua Bidang Kompetisi PB PBVSI Reginald Nelwan memberi selamat atas lolosnya Kaltim usai bersaing dengan provinsi lain di Kalimantan. Untuk BK PON kali ini, diketahui terbagi ke dalam lima wilayah. Yakni wilayah Kalimantan, Sulawesi, Sumatera, Indonesia Timur (Maluku, Maluku Utara, Papua, Papua Barat, Papua Selatan), dan Jawa atau kejurnas (Jawa, Bali, NTB dan NTT).
“Tiga zona sudah melaksanakan, tinggal kejurnas di DKI Jakarta akhir Oktober, dan Sumatera di November,” sebutnya. Di sisi lain, provinsi Kalbar diketahui absen pada BK PON kali ini. Dia menyebutkan, pihaknya sudah menyampaikan informasi. Hanya, Kalbar disebut terkendala di anggaran dan memutuskan tidak ambil bagian.
Ia juga menyebut, seluruh wilayah kecuali wilayah Jawa bakal diambil masing-masing satu tim putra dan putri. Artinya, hanya juara satu yang bakal tampil di PON nanti. Sedangkan enam tim lainnya berasal dari perwakilan wilayah Jawa.
“Tetapi ada aturan dari KONI pusat, jika tim yang turun nanti tidak mampu atau mengundurkan diri, maka runner-up-nya yang bakal ambil bagian,” katanya. Terakhir, Regi berharap semua bisa berjalan lancar hingga pelaksanaan PON Aceh-Sumut nanti. Begitu pula dengan seluruh pengprov, bisa ambil bagian. Terkait itu pula, ini kali pertama Kalimantan dipisah dan membentuk zona kualifikasi sendiri.
“Zona ini memang sudah ada saat PON Papua kemarin. Hanya, pada edisi ini Kalimantan minta dipisah saat munas di Jogjakarta, dan disetujui. Karena dengan begini pulau bisa ambil bagian, tidak hanya Jawa saja,” pungkasnya. (ndy)
OKTAVIA MEGARIA
oktaamegaa@gmail.com