Setelah berpisah dengan Stadion Segiri, manajemen Borneo FC Samarinda mulai beradaptasi dengan markas sementaranya, Stadion Batakan, Balikpapan.
PADA Selasa (19/12) siang, manajemen menyambangi stadion di Kelurahan Manggar, Balikpapan Timur, Balikpapan, tersebut. Pada kesempatan tersebut, mereka bersua dengan Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Balikpapan.
“Sejauh ini responsnya positif. Segala hal berkaitan kewajiban, belum diputuskan, karena kami disarankan untuk bersurat. Dan itu kami langsung tindak lanjuti saat itu juga,” jelas Manajer Borneo FC Samarinda Dandri Dauri.
Setelah ini, mereka tinggal menunggu kabar terbaru. Sebab, mereka ingin sowan ke Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud. “Kami ingin permisi ke yang punya kota, minta izin untuk sementara waktu numpang menggunakan fasilitas di Balikpapan,” jelas Dandri.
Koordinasi ini penting, mengingat Batakan tidak hanya digunakan oleh mereka seorang. Selain Pesut Etam, ada Persiba Balikpapan yang masih berjuang di babak playoff degradasi Liga 2 2023/2024. Kemudian ada pula PSM Makassar yang juga numpang bermarkas di sana.
Adapun proses pengosongan markas mereka di Stadion Segiri, sudah berjalan. Item terakhir yang akan mereka pindahkan ke Stadion Batakan, yakni LED Board yang baru terpasang beberapa bulan terakhir di Stadion Segiri.
Hal lain yang tak kalah pentingnya untuk mereka pikirkan yakni keinginan suporter. Mereka berencana untuk mengakomodasi mobilisasi suporter dari Samarinda agar bisa turut hadir di Stadion Batakan ketika Borneo FC Samarinda bermain di kandang. “Mereka bagian dari kami juga. Sementara agar mereka bisa hadir, perlu ada solusi. Itu yang kami akan bicarakan,” urai dia.
Ada rencana untuk menyediakan shuttle bus untuk bisa mengangkut para suporter bolak-balik Samarinda-Balikpapan-Samarinda saat hari pertandingan. “Besok (hari ini) akan kami komunikasikan dengan para pengusaha bus di Samarinda. Semoga ada kabar baik. Syukur-sukur ada yang bersedia menjadi sponsor untuk pemenuhan akomodasi tersebut,” imbuh tokoh pemuda Samarinda tersebut.
Bila nanti persoalan ketersediaan bus sudah terpenuhi, tugas berikutnya adalah menentukan nilai tarif yang harus dipenuhi para suporter. “Untuk besaran tiket, tidak akan ada perubahan, masih sama seperti di Segiri. Hanya, karena penggunaan bus ini, tentu harus ada penyesuaian. Karena itu, setelah bertemu pengelola bus, kami akan berbicara kepada para suporter untuk mencari solusi atas nilai besarannya nanti.”
“Saya tegaskan agar para suporter tidak nekat dengan menggunakan kendaraan pribadi seperti motor roda dua ke Balikpapan. Akomodasi bus ini kami upayakan untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan. Mereka sayang kami, jadi kami tentu lebih sayang ke mereka. Jadi ini bentuk mengupayakan yang maksimal seputar keselamatan mereka ketika tim bermain di luar kandang seperti saat ini,” ucap Dandri. (ndy2/k8)
Editor : izak-Indra Zakaria