Kekalahan telak melalui submission dari Arman Tsarukyan di UFC Qatar pada Sabtu (22/11/2025) menambah catatan pahit dalam karier Dan Hooker. Meskipun ambisinya untuk meraih gelar Lightweight terasa semakin jauh, profil petarung asal Selandia Baru ini tetap dikenang sebagai salah satu gatekeeper paling tangguh dan menghibur di UFC.
Dalam pernyataannya usai kalah dari Arman, pria berjuluk The Hangman ini mengaku peluang untuk mendapatkan sabuk mungkin tak pernah sampai pada dirinya. "Anda harus menghadapi kenyataan pahit, Anda mungkin tidak akan pernah mendapatkan gelar tersebut,” kata Dan dalam video yang beredar.
Dan Hooker dikenal sebagai petarung elit di kelas lightweight (kelas ringan) UFC. Ia selalu siap kapan saja dipanggil untuk bertarung dengan siapapun. Setiap dia bertarung pasti diwarnai dengan darah. Momen paling epik ketika Dan Hooker berhadapan dengan Sang Berlian, Dustin Poirier di di UFC APEX, Las Vegas, Sabtu (27/6/2020). Dimana keduanya saling tukar pukulan yang membuat mereka berdua berdarah-darah. Dalam duel berdarah ini, total tercatat ada 572 pukulan dan tendangan dilontarkan mereka berdua dalam duel ini.
Berikut data diri Dan "The Hangman" Hooker.
Nama Lengkap: Daniel Preston Hooker.
Julukan: The Hangman
Kebangsaan: Selandia Baru
Usia: 35 Tahun (per akhir 2025)
Tinggi: 183 cm
Jangkauan: 191 cm
Divisi: Lightweight (sebelumnya sempat di Featherweight)
Rekor Pro: 24 Kemenangan, 13 Kekalahan (per 22 November 2025)
Tim: City Kickboxing (Auckland, Selandia Baru)
Gaya Bertarung dan Kekuatan
Hooker dikenal sebagai petarung yang mengandalkan volume serangan tinggi, striking yang klinis, dan daya tahan (chin) yang luar biasa. Sebagai bagian dari tim elite City Kickboxing bersama juara seperti Israel Adesanya dan Alexander Volkanovski, Hooker memiliki muay thai yang sangat kuat.
Ia adalah salah satu petarung yang paling ditakuti di divisi Lightweight karena kemampuannya untuk mengubah pertarungan menjadi perang brutal lima ronde. Pertarungannya melawan petarung elit selalu menghasilkan Fight of the Night karena mentalitasnya yang enggan menyerah.
Perjalanan Karier di UFC
Memulai karier UFC pada tahun 2014, Hooker sempat bertarung di divisi Featherweight sebelum akhirnya menemukan kesuksesan sejati di Lightweight. Di divisi ini, ia meraih kemenangan-kemenangan ikonik melawan nama-nama besar, termasuk menang atas Paul Felder dengan kemenangan melalui split decision dalam pertarungan brutal yang berlangsung lima ronde.
Melawan Al Iaquinta dan menang dominan melalui Unanimous Decision. Menang atas Gilbert Burns melalui TKO saat keduanya masih berada di kelas Welterweight.
Meskipun sering berada di puncak, Hooker seringkali kesulitan melewati ujian terakhir untuk mendapatkan kesempatan perebutan gelar. Kekalahan-kekalahan signifikan datang dari elit divisi seperti Dustin Poirier, Michael Chandler, dan baru-baru ini, Arman Tsarukyan pada UFC Qatar, (23/11/2025).
Pengejaran Gelar yang Belum Terwujud
Ambisi terbesar "The Hangman" adalah menjadi juara dunia UFC. Namun, seperti yang disindir oleh Arman Tsarukyan setelah pertarungan di Qatar, gelar tersebut selalu terasa di luar jangkauan. Setiap kali Hooker berada di ambang tantangan gelar, ia selalu berhadapan dengan lawan yang mampu menghentikan laju kemenangannya.
Meski demikian, statusnya sebagai "Gerbang" divisi Lightweight tak terbantahkan. Untuk setiap prospek baru yang ingin mencapai puncak, mereka harus terlebih dahulu berhasil mengalahkan Dan Hooker—sebuah tugas yang selalu berat dan menyakitkan.
Hooker tetap menjadi salah satu atlet paling dihormati dalam olahraga ini, dikenal karena kepribadiannya yang jujur dan dedikasinya yang ekstrem pada seni bela diri campuran. Penggemar UFC akan terus menanti langkah berikutnya dari petarung ikonik asal Selandia Baru ini. (*)
Editor : Indra Zakaria