LAS VEGAS – Mario Bautista membuktikan bahwa dirinya masih menjadi ancaman serius di divisi kelas bantam UFC yang sangat ketat. Setelah rentetan delapan kemenangan beruntunnya terhenti Oktober lalu, Bautista kembali ke jalur kemenangan dengan penampilan impresif di UFC Vegas 113, Sabtu (7/2) waktu setempat.
Bautista berhasil mengalahkan bintang yang sedang naik daun, Vinicius Oliveira, melalui teknik kuncian rear-naked choke di akhir ronde kedua. Kemenangan ini menjadi momen kebangkitan krusial bagi Bautista setelah kekalahan terakhirnya dari Umar Nurmagomedov di UFC 321.
"Kuncian itu sudah terkunci sepenuhnya, dia tidak akan bisa pergi ke mana-mana," ujar Bautista sesaat setelah pertarungan berakhir.
Jalannya laga berlangsung cukup mengejutkan. Oliveira, yang dikenal sebagai mesin pencetak KO dengan 16 kemenangan lewat strike, secara tak terduga memilih strategi grappling sejak awal laga. Ia sempat mendaratkan lima dari tujuh upaya takedown dan terlihat dominan di ronde kedua hingga sesaat sebelum penyelesaian terjadi.
Bautista menilai strategi Oliveira tersebut dipicu oleh kekalahan dirinya dari Nurmagomedov sebelumnya. "Saya pikir dia melihat pertarungan saya sebelumnya dan menganggap bahwa grappling adalah titik lemah saya," kata Bautista merujuk pada kekalahannya dari Nurmagomedov, yang memang merupakan pegulat kelas dunia.
Incar Rematch dan Papan Atas Usai merayakan kemenangannya, Bautista langsung menetapkan target besar. Ia menantang Cory Sandhagen untuk melakukan rematch. Keduanya pernah bertemu pada debut UFC Bautista tahun 2019, di mana saat itu Sandhagen keluar sebagai pemenang. Fokus utama Bautista saat ini adalah kembali menembus posisi lima besar di divisi paling kompetitif di UFC tersebut.
Di sisi lain, kekalahan ini menjadi pil pahit bagi Vinicius Oliveira. Sebelum laga ini, Oliveira sedang dalam tren positif dengan enam kemenangan beruntun. Penampilannya yang tampak kurang bertenaga diduga akibat proses penurunan berat badan yang ekstrem. Oliveira melaporkan bahwa dirinya harus memangkas berat badan hingga 50 pon (sekitar 22 kg) sejak memulai pemusatan latihan, yang tampaknya menguras energi staminanya di dalam oktagon. (*)
Editor : Indra Zakaria