Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Adaptasi Sulit di Sepang: Toprak Razgatlioglu Prediksi Awal Musim yang Berat di MotoGP

Redaksi Prokal • 2026-02-09 09:50:00
Toprak Razgatlioglu (Instagram @pramacracing)
Toprak Razgatlioglu (Instagram @pramacracing)

 

SEPANG – Debut Toprak Razgatlioglu di lintasan MotoGP rupanya tidak semulus yang dibayangkan. Usai menjalani tes pramusim di Sirkuit Sepang, Malaysia, pembalap Turki ini memberikan penilaian yang cukup suram mengenai proses adaptasinya bersama Yamaha. Pemegang tiga gelar juara dunia Superbike tersebut mengakui bahwa transisi ke kelas utama akan menjadi tantangan besar, terutama pada lima balapan awal musim 2026.

Uji coba di Sepang pekan lalu menjadi momen krusial bagi Razgatlioglu untuk mengenal karakter motor MotoGP. Namun, langkah Yamaha sempat terganjal masalah teknis pada hari Rabu, di mana seluruh pembalap diminta berhenti sementara demi alasan keamanan mesin. Meski pengujian berlanjut pada Kamis dengan pendekatan lebih hati-hati, hasil akhir mencatatkan nama Razgatlioglu di posisi ke-19 dengan waktu 1 menit 58,326 detik—tertinggal hampir dua detik dari Alex Marquez yang menjadi yang tercepat.

Razgatlioglu mengungkapkan bahwa kesulitan terbesarnya terletak pada perbedaan mendasar gaya balap antara motor Superbike dan MotoGP. Ia merasa motor MotoGP menuntut teknik menikung yang sangat berbeda, di mana ia tidak bisa lagi mengandalkan bukaan gas dengan cara yang sama seperti saat berjaya di WorldSBK. Baginya, melihat namanya berada di papan bawah klasemen menjadi pukulan telak bagi motivasinya setelah terbiasa mendominasi di ajang sebelumnya.

Meski sempat bereksperimen dengan berbagai pengaturan teknis, termasuk penggunaan sayap belakang dan modifikasi jok untuk meningkatkan stabilitas pengereman, Razgatlioglu menyadari bahwa proses belajar ini memerlukan waktu panjang. Hasil di Sepang menjadi peringatan dini bahwa status bintang di Superbike bukanlah jaminan kesuksesan instan di kancah MotoGP, dan ia harus segera menemukan ritme baru sebelum musim kompetisi resmi dimulai.(*)

Editor : Indra Zakaria