SEPANG – Debut Toprak Razgatlioglu di lintasan MotoGP tampaknya tidak berjalan semulus yang dibayangkan. Usai menjalani tes pramusim di Sirkuit Sepang, Malaysia, pembalap rookie andalan Yamaha ini memberikan penilaian yang kurang menggembirakan terkait proses adaptasinya di atas motor prototipe tersebut. Juara dunia Superbike tiga kali itu mengakui masih menghadapi banyak kendala teknis dan mentalitas balap yang berbeda jauh dari ajang sebelumnya.
Perjalanan tes pramusim di Sepang pun diwarnai tantangan teknis bagi kubu Yamaha. Aktivitas seluruh pembalap pabrikan sempat terhenti sementara pada hari Rabu akibat masalah mesin yang memaksa tim melakukan evaluasi demi alasan keselamatan. Meskipun pengujian dapat dilanjutkan kembali pada hari Kamis dengan pendekatan yang lebih berhati-hati, gangguan tersebut turut memengaruhi konsistensi waktu putaran sang pembalap asal Turki tersebut.
Dalam hasil keseluruhan tes, Razgatlioglu harus puas menempati posisi ke-19 dengan catatan waktu terbaik 1 menit 58,326 detik. Torehan ini terpaut hampir dua detik dari Alex Marquez yang memimpin catatan waktu tercepat. Toprak mengakui bahwa kesulitan terbesarnya terletak pada penyesuaian gaya balap. Karakter motor MotoGP yang menuntut teknik menikung tanpa mengandalkan gas—mirip dengan gaya balap Moto2—menjadi tantangan besar bagi dirinya yang selama ini dominan dengan karakter motor Superbike.
Berada di papan bawah klasemen tes ternyata memberikan dampak langsung pada motivasi Razgatlioglu. Ia tidak menampik bahwa kondisi ini sulit diterima, mengingat statusnya sebagai pembalap papan atas yang terbiasa meraih sukses besar di WorldSBK. Meskipun telah mendapatkan berbagai masukan dari pembalap senior lainnya, ia mengakui bahwa menerapkan teknik-teknik baru tersebut di lintasan bukanlah perkara mudah dan instan.
Menatap kalender balap 2026, Razgatlioglu pun bersikap realistis. Ia memprediksi bahwa setidaknya lima seri balapan awal musim akan menjadi periode yang sangat berat bagi dirinya untuk bisa bersaing di barisan depan. Saat ini, fokus utamanya adalah terus menjalin chemistry dengan motor Yamaha dan perlahan mengikis selisih waktu dari para pembalap papan atas MotoGP. (*)
Editor : Indra Zakaria