LAS VEGAS – Legenda sekaligus pengamat MMA, Daniel Cormier, melontarkan kekhawatiran serius mengenai merosotnya dominasi petarung Amerika Serikat di panggung UFC. Menjelang ajang prestisius "UFC White House" yang akan datang, pria yang akrab disapa DC ini menyoroti kenyataan pahit bahwa saat ini hanya ada sedikit emas yang tersisa di genggaman putra bangsa Amerika.
Saat ini, Amerika Serikat hanya memiliki dua juara dunia sejati di kategori wanita, yakni Kayla Harrison (kelas bantam) dan Mackenzie Dern (kelas jerami). Ironisnya, di kategori pria, AS tidak menyisakan satu pun juara tak terbantahkan, kecuali Justin Gaethje yang baru saja mengamankan sabuk juara interim kelas ringan.
"Masalah yang lebih besar adalah para petarung Amerika. Kita tidak hanya kehilangan wakil di 10 besar kelas berat, tapi kita juga tidak punya petarung Amerika di daftar 10 besar pound-for-pound (lintas divisi)," ungkap Cormier dalam wawancara bersama Sports Illustrated.
Cormier melihat adanya kekosongan regenerasi petarung berbakat dari Negeri Paman Sam yang benar-benar bisa bersaing di level tertinggi. Menurutnya, dominasi kini justru bergeser ke petarung internasional seperti Tom Aspinall (Inggris) di kelas berat.
"Divisi kelas berat akan selalu baik-baik saja karena Aspinall adalah bintang besar. Tapi untuk AS, kita harus memperbaikinya. Kita harus mulai melatih para pegulat kita lagi dengan lebih serius," tegas mantan juara dua divisi tersebut.
Menariknya, sebagai solusi jangka pendek untuk mengembalikan kejayaan AS di ajang "UFC White House", Cormier justru menyebut nama rival abadinya, Jon Jones. Meski hubungan keduanya penuh sejarah permusuhan, DC mengakui bahwa Jones masih menjadi harapan terbaik Amerika untuk merebut kembali takhta.
Namun, alih-alih di kelas berat, Cormier menyarankan skenario kejutan: Jon Jones kembali ke kelas berat ringan (205 pon) untuk menantang penguasa saat ini, Alex Pereira.
"Menurut saya, jika Jon Jones akan bertarung, peluang terbaik kita adalah melihatnya melawan Alex Pereira di kelas 205 pon di ajang White House. Itu adalah pertarungan yang ideal. Jon Jones di kelas berat memang hebat, tapi performa terbaiknya adalah saat ia di kelas berat ringan," tutup Cormier.
Pernyataan DC ini menjadi alarm bagi komunitas MMA Amerika Serikat bahwa dominasi mereka di olahraga yang mereka besarkan sendiri kini tengah berada di ujung tanduk, terdesak oleh gelombang talenta dari berbagai penjuru dunia. (*)
Editor : Indra Zakaria