PERTH – Mantan juara UFC, Jack Della Maddalena, akhirnya merefleksikan kegagalannya dalam mempertahankan tren positif saat berhadapan dengan penguasa kelas ringan, Islam Makhachev. Dalam sebuah pernyataan emosional, petarung asal Australia ini mengakui ketangguhan lawannya dan membeberkan kesalahan fatal yang ia lakukan di dalam oktagon.
Della Maddalena, yang dikenal dengan gaya striking-nya yang tajam, tampak kesulitan menghadapi dominasi permainan bawah yang menjadi ciri khas klan Dagestan. Ia mengaku sempat terjebak dalam strategi yang kurang tepat sejak awal ronde.
"Saya tidak berada dalam kondisi terbaik saya dan terjebak terlalu dini saat mencoba menciptakan peluang dari posisi bawah (off my back). Itu adalah malam yang berat. Saya dikalahkan oleh orang yang lebih baik," ujar Della Maddalena secara ksatria.
Kekalahan tersebut sempat memberikan pukulan telak bagi kariernya, mengingat ekspektasi besar yang dibebankan di pundaknya. Namun, ia menegaskan bahwa masa sulit itu tidak berlangsung lama. Baginya, kekalahan adalah bagian dari risiko profesi yang harus diterima dengan kepala tegak.
"Butuh beberapa hari bagi saya untuk memproses semuanya, tetapi ini hanyalah sebuah pertarungan. Hidup terus berjalan. Saya memiliki orang-orang terdekat di sekitar saya, jadi saya bisa bangkit dengan cepat," tambahnya.
Meskipun harus menelan pil pahit, sikap rendah hati yang ditunjukkan Della Maddalena menuai pujian dari komunitas MMA. Ia kini memilih untuk fokus pada pemulihan dan berkumpul bersama keluarga sebelum menyusun rencana untuk kembali memanjat tangga persaingan di kelas yang sangat kompetitif tersebut.
Kekalahan dari Makhachev mungkin menghentikan momentum sang mantan juara untuk sementara waktu, namun semangat resiliensi yang ia tunjukkan memberi sinyal bahwa Jack Della Maddalena belum habis dan siap kembali lebih kuat di masa depan.
Editor : Indra Zakaria