DUBAI – Bintang UFC asal Chechnya, Khamzat Chimaev, memberikan analisis mendalam mengenai peta kekuatan petarung elit saat ini. Dalam pernyataan terbarunya, petarung berjuluk "Borz" ini memuji kualitas Islam Makhachev, Ilia Topuria, dan Arman Tsarukyan sebagai representasi atlet MMA yang lengkap, bukan sekadar spesialis satu disiplin ilmu.
Chimaev menepis anggapan bahwa seorang pegulat murni bisa bertahan di level tertinggi UFC tanpa menguasai teknik serangan berdiri (striking) maupun grappling yang kompleks.
“Apa yang bisa dilakukan seorang pegulat murni melawan petarung UFC tanpa pengetahuan striking atau grappling? Hampir tidak ada,” tegas Chimaev.
Secara khusus, ia menyoroti juara kelas ringan, Islam Makhachev. Menurut Chimaev, banyak orang salah kaprah dengan menganggap Islam hanya mengandalkan gulat.
“Contohnya Islam Makhachev. Semua orang berpikir dia hanyalah seorang pegulat. Pegulat apa? Islam telah memukul KO orang-orang, begitu juga saya. Ilia Topuria juga memiliki gulat yang bagus, begitu pun Arman Tsarukyan,” tambahnya.
Bagi Chimaev, keberhasilan petarung asal Kaukasus dan petarung papan atas seperti Topuria terletak pada kemampuan mereka menyatukan tiga disiplin utama. Ia menekankan bahwa di era modern, seorang juara harus mampu menjatuhkan lawan, melakukan kuncian (submission), sekaligus memiliki daya pukul yang mematikan di posisi berdiri.
“Kami menguasai grappling dan kami bisa bertarung sambil berdiri. Kami semua telah memukul KO lawan, membuat mereka menyerah, dan mengungguli mereka dalam gulat. Ini adalah olahraga yang benar-benar berbeda. Karena di sini bukan hanya gulat, melainkan tiga disiplin yang menyatu,” pungkasnya.
Pernyataan ini seolah menjadi pengingat bagi para pesaing di kelas menengah dan kelas berat ringan bahwa dominasi petarung seperti dirinya atau Makhachev bukan hanya soal menjatuhkan lawan ke matras, melainkan tentang kemampuan menghancurkan lawan di segala medan laga. (*)
Editor : Indra Zakaria