Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Skandal Segel Mesin Guncang Moto3: Adrian Fernandez Didiskualifikasi dari Enam Seri, Veda Ega Pratama Melesat ke Tiga Besar Dunia

Redaksi Prokal • Minggu, 7 Juni 2026 | 09:30 WIB
Adrian Fernandez didiskualifikasi dari enam balapan akibat pelanggaran teknis mesin. (Leopard Racing)
Adrian Fernandez didiskualifikasi dari enam balapan akibat pelanggaran teknis mesin. (Leopard Racing)

 PROKAL.CO- Peta persaingan gelar juara dunia Moto3 2026 mendadak berubah total setelah FIM MotoGP Stewards menjatuhkan sanksi diskualifikasi yang sangat berat kepada pembalap andalan Leopard Racing, Adrian Fernandez. Rider asal Spanyol tersebut resmi dicoret dari hasil enam balapan awal musim ini setelah investigasi teknis membuktikan adanya pelanggaran berat terkait pembukaan segel mesin tanpa izin resmi. Keputusan dramatis ini membuat Fernandez kehilangan 77 poin berharganya sekaligus menjadi berkah luar biasa bagi pembalap muda berbakat asal Indonesia, Veda Ega Pratama, yang langsung meroket menduduki peringkat ketiga klasemen sementara dunia.

Kronologi skandal teknis terbesar musim ini bermula pasca-gelaran GP Prancis, saat pabrikan mesin melakukan inspeksi rutin terhadap kelompok mesin pertama yang telah habis masa pakainya. Dalam pemeriksaan mendalam tersebut, Direktur Teknis menemukan kejanggalan fatal di mana kabel pengunci segel tidak sesuai dengan standar operasional baku. Melalui rilis resminya, otoritas MotoGP menegaskan bahwa ada intervensi mekanis ilegal pada dapur pacu tersebut. "Ditemukan bahwa mesin tersebut telah dibuka tanpa izin berdasarkan temuan Direktur Teknis dan laporan resmi dari pabrikan mesin," tulis pernyataan resmi MotoGP.

Lantaran mesin yang telah dimodifikasi tanpa otorisasi itu terbukti digunakan sepanjang seri GP Thailand, Brasil, Amerika Serikat, dan Spanyol, pengawas balapan langsung membatalkan seluruh poin Fernandez di empat seri tersebut. Sial bagi Leopard Racing, badai belum berlalu karena pemeriksaan lanjutan pasca-GP Italia di Sirkuit Mugello justru membongkar borok kedua. Tim teknis kembali mendeteksi adanya manipulasi fisik berupa guratan bekas paksaan pada kabel dan stiker pengaman di mesin Fernandez yang lain.

Untuk memastikan temuan tersebut, mesin kedua langsung disita dan dibawa ke seri berikutnya di bawah pengawasan ketat Technical Control sebelum akhirnya dibongkar bersama perwakilan pabrikan. "Selama proses pemeriksaan, ditemukan bukti bahwa kabel segel dan stiker penyegel pada salah satu mesin menunjukkan tanda-tanda manipulasi," ungkap perwakilan MotoGP. Kecurigaan itu terbukti kebenarannya setelah tim pengawas melihat komponen dalam mesin telah diutak-atik secara ilegal. "Pabrikan mesin mengidentifikasi berbagai anomali yang menunjukkan mesin telah mengalami penyesuaian dan karena itu telah dibuka," tambah rilis tersebut.

Akibat akumulasi dua pelanggaran teknis fatal ini, FIM MotoGP Stewards menghapus seluruh rapor penampilan Fernandez di GP Thailand, Brasil, Amerika Serikat, Spanyol, Prancis, dan Catalunya. Pembalap bernomor start #31 yang awalnya bertengger kokoh di peringkat ketiga dunia kini harus rela terjun bebas ke peringkat ke-20 klasemen dengan hanya menyisakan 13 poin yang terselamatkan dari GP Italia. Efek domino dari sanksi ini langsung mengubah tatanan klasemen papan atas dan memberikan keuntungan masif bagi para pesaing di bawahnya.

Situasi pelik yang menimpa kubu Leopard Racing otomatis menjadi durian runtuh bagi Veda Ega Pratama yang tengah melakoni musim debutnya bersama Honda Team Asia. Pembalap ajaib berusia 17 tahun asal Indonesia tersebut kini resmi mengambil alih peringkat ketiga klasemen sementara Moto3 2026. Keberhasilan Veda menembus jajaran elit dunia ini tidak lepas dari performa impresif dan konsistensinya sejak awal musim, termasuk keberhasilannya merebut podium ketiga di GP Brasil. Dengan sanksi pembatalan poin rival utamanya ini, jalan Veda untuk mengunci gelar Rookie of the Year sekaligus mencetak sejarah baru dalam dunia balap motor tanah air kini terbuka sangat lebar. (*)

Editor : Indra Zakaria
#Veda Ega Pratama