LAS VEGAS – Mantan juara dunia kelas welter UFC, Belal Muhammad, gagal mewujudkan misinya untuk bangkit dari keterpurukan. Petarung tangguh berjuluk “Remember the Name” tersebut justru harus kembali menelan kekalahan pahit setelah didominasi habis-habisan oleh bintang muda yang tengah naik daun asal Brasil, Gabriel Bonfim, dalam laga utama UFC Vegas 118 yang berlangsung pada Sabtu (6/6/2026) malam waktu setempat.
Bonfim memasuki arena oktagon dengan modal mentereng berupa peringkat 11 di divisi kelas welter serta rekor empat kemenangan beruntun. Di sisi lain, Belal Muhammad yang tengah dihantui dua kekalahan beruntun mencoba tampil habis-habisan demi menyelamatkan kariernya di papan atas. Ketegangan langsung terasa sesaat sebelum laga dimulai ketika kedua petarung menolak untuk saling bersentuhan sarung tinju (touch gloves).
Sejak ronde pertama bergulir, Bonfim langsung mengambil inisiatif serangan dengan menguasai area tengah oktagon dan terus menekan Belal ke arah pagar. Meski Belal sempat mendaratkan pukulan tangan kanan balasan yang cukup bersih, Bonfim tetap melaju ke depan sambil melepaskan tendangan keras ke arah tubuh. Pertengahan ronde pertama menjadi momentum bagi Bonfim untuk mendikte jalannya laga lewat pukulan jab akurat serta investasi tendangan rendah (leg kicks) yang membuat Belal kesulitan menutup jarak.
Memasuki ronde kedua, taktik Bonfim terbukti kian efektif. Ia secara konisten terus mengincar bagian betis Belal Muhammad hingga serangannya mulai terakumulasi dan mengganggu pergerakan sang mantan juara. Belal sebenarnya sempat mencoba keluar dari tekanan dengan melepaskan kombinasi pukulan tangan kiri serta sebuah tendangan tak terduga ke arah kepala, namun Bonfim dengan tenang mampu membalas lewat kombinasi pukulan cepat di akhir ronde.
Frustrasi karena terus didikte dalam duel atas, Belal Muhammad langsung berinisiatif melakukan upaya bantingan (takedown) di awal ronde ketiga. Sial baginya, Bonfim dengan cekatan mampu mementahkan upaya tersebut dan langsung membalasnya dengan pukulan kanan yang telak. Gelombang serangan Bonfim kian tak terbendung ketika sebuah kombinasinya menghantam keras wajah Belal hingga membuat pelindung mulut (mouthpiece) milik petarung asal Amerika Serikat itu terlempar keluar. Tak lama berselang, sebuah pukulan kanan keras dari Bonfim kembali mendarat dan sukses membuat lutut Belal goyah seketika.
Tempo pertandingan sedikit melambat pada ronde keempat, namun kontrol permainan masih sepenuhnya berada di tangan gurita Brasil tersebut. Belal yang bertarung dengan kondisi kaki cedera mencoba mencari peruntungan lewat tendangan kiri ke arah badan, tetapi Bonfim selalu punya jawaban dengan mendaratkan pukulan tangan kanan setiap kali Belal mencoba merangsek masuk ke dalam jarak serang.
Pada ronde kelima atau ronde terakhir, pukulan jab Bonfim benar-benar menjadi senjata utama yang mendikte ritme laga. Sadar dirinya tertinggal jauh dalam poin, Belal terus berupaya melontarkan pukulan-pukulan besar demi mencari kemenangan KO. Namun, setiap kali Belal maju menyerang, Bonfim dengan cerdik selalu menyambutnya dengan kombinasi pukulan cepat sebelum langsung melangkah mundur untuk menghindar. Kendati Belal sempat mendaratkan satu pukulan kanan telak di sisa waktu, hal itu tidak cukup untuk membalikkan keadaan.
Setelah melewati duel sengit selama lima ronde penuh, ketiga juri yang bertugas akhirnya memberikan kemenangan mutlak (unanimous decision) bagi Gabriel Bonfim dengan skor identik 50-45. Hasil ini membawa Bonfim sukses mengamankan kemenangan terbesar sepanjang karier profesionalnya sekaligus memantapkan posisinya sebagai penantang gelar baru yang sangat menakutkan di kelas welter UFC. Sementara bagi Belal Muhammad, hasil ini memperpanjang rekor kelamnya menjadi tiga kekalahan beruntun. (*)
Editor : Indra Zakaria