PROKAL.CO- Meskipun keluar sebagai pemenang dalam duel legendaris di UFC Freedom 250, Justin Gaethje mengakui bahwa dirinya harus membayar mahal kemenangan tersebut dengan rasa sakit yang luar biasa. Sang juara baru kelas ringan UFC ini mengungkapkan betapa brutalnya serangan yang ia terima dari Ilia Topuria, terutama pada ronde kedua yang hampir saja menyudahi perlawanannya. Namun, ketahanan fisik Gaethje justru menjadi awal dari runtuhnya mentalitas sang lawan.
"Hati saya masih sakit sekarang. Pukulan-pukulan ke badan itu gila-gilaan. Maksud saya, benar-benar sangat cepat tapi..." ungkap Gaethje yang masih merasakan sisa-sisa siksaan fisik dari Topuria di dalam oktagon.
Meski sempat dibuat menderita oleh kecepatan dan daya ledak Topuria, Gaethje berhasil bertahan melewati badai tersebut. Kegagalan Topuria untuk mengakhiri pertandingan di momen emas itu dinilai Gaethje sebagai titik balik terbesar yang menghancurkan seluruh rencana dan kepercayaan diri sang rival.
"Di akhir ronde kedua, karena dia tidak bisa menyelesaikan pertarungan, saya pikir itu benar-benar menjatuhkan pertahanan dan semangatnya," jelas petarung berjuluk The Highlight tersebut mengenai runtuhnya mental Topuria.
Lebih lanjut, Gaethje menekankan bahwa kesombongan Topuria sebelum laga dimulai menjadi bumerang yang sangat mematikan. Ketika realita di dalam oktagon tidak berjalan sesuai dengan klaim keangkuhannya, Topuria langsung terjebak dalam kepanikan emosional yang ia ciptakan sendiri.
"Seperti yang saya katakan, di konferensi pers sebelum pertandingan juga saya sudah bilang; dia benar-benar memojokkan dirinya sendiri dengan mengatakan 'Saya akan sangat dominan'. Dan saya juga menambahkan: Saat kita memasuki ronde kedua, 'Sial, apa yang terjadi?' katamu, kan? Dan kamu tahu, saya benar-benar membuatnya mengalami hal itu," pungkas Gaethje yang sukses membalikkan kata-kata sombong Topuria menjadi kenyataan pahit bagi petarung keturunan Georgia-Spanyol tersebut.(*)
Editor : Indra Zakaria