PROKAL.CO, TENGGARONG – Di saat anak-anak seusianya menikmati liburan sekolah, Al Risky Aulia Winata justru menghabiskan waktu mengenakan kostum badut di kawasan Titik Nol hingga Simpang Timbau. Bukan sekadar mencari uang jajan, bocah 12 tahun itu berusaha mengumpulkan biaya untuk mengejar mimpinya tampil di Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Muay Thai 2026.
Perjuangan Risky menjadi potret semangat empat atlet cilik binaan Arkan Camp yang dipastikan tampil pada Indonesia Muaythai Championship (IMC) 2026 di Bekasi, 4–9 Agustus mendatang. Meski membawa nama Kutai Kartanegara (Kukar), mereka harus berangkat menggunakan biaya mandiri karena keterbatasan anggaran pemerintah daerah.
Pembina sekaligus pelatih Arkan Sport Management, Rony Abdurrahman, mengatakan keputusan tetap mengikuti kejuaraan diambil agar para atlet memiliki kesempatan menguji kemampuan di level nasional. Menurutnya, pengalaman bertanding menjadi bagian penting dalam pembinaan atlet usia dini.
"Dengan biaya mandiri kami coba berani berangkat ke kejuaraan ini. Kapan lagi kami bisa melakukan uji coba kemampuan atlet kalau hanya berharap atau menunggu dana dari daerah," ujarnya, Jumat (10/7/2026).
Keberangkatan tersebut, lanjut Rony, tak lepas dari dukungan penuh para orang tua yang rela bergotong royong agar anak-anak mereka tetap bisa bertanding dan menambah pengalaman.
Empat atlet yang akan mewakili Kukar yakni Chalista Alfarida AB (10) di kelas 30 kilogram, M Angkasa AB (13) di kelas 36 kilogram, Sandiego (11) di kelas 30 kilogram, dan Al Risky Aulia Winata (12) di kelas 30 kilogram.
Di antara mereka, kisah Risky menjadi perhatian. Dengan tekad besar untuk tampil di ajang nasional, ia memilih bekerja sebagai badut di ruang-ruang publik Tenggarong demi membantu memenuhi biaya keberangkatan.
"Risky memiliki tekad yang sangat kuat. Dengan segala keterbatasan, dia ingin mengejar mimpinya. Bahkan dia berusaha mengumpulkan biaya sendiri dengan bekerja sebagai badut," ungkap Rony.
Untuk menghemat pengeluaran, rombongan Arkan Camp dijadwalkan menuju Bekasi menggunakan kapal laut. Rony berharap perjuangan panjang yang telah dilalui para atlet dapat berbuah prestasi.
"Semoga keempat petarung cilik ini pulang membawa kemenangan dan menjadi kebanggaan daerah," harapnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Prestasi Olahraga Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kukar, Rita Agustina, mengakui pemerintah daerah belum dapat membiayai keberangkatan atlet karena keterbatasan anggaran. Saat ini, alokasi pembinaan olahraga lebih diprioritaskan untuk persiapan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) sesuai hasil pembahasan bersama KONI.
"Kalau kondisi anggaran memungkinkan tentu bisa kami akomodasi. Namun saat ini yang menjadi prioritas adalah persiapan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov), sesuai hasil ekspos bersama KONI," katanya.
Meski belum bisa memberikan dukungan pembiayaan, Dispora tetap berharap para atlet Arkan Camp mampu tampil maksimal dan mengharumkan nama Kutai Kartanegara di panggung nasional. Kisah perjuangan mereka pun menjadi pengingat bahwa keterbatasan biaya tak selalu mampu membatasi mimpi seorang atlet muda. (moe)
Editor : Indra Zakaria