LAS VEGAS — Sebelum insiden fisik pembantingan kacamata pecah, Conor McGregor dan Max Holloway terlebih dahulu saling serang menggunakan kata-kata dalam sesi konferensi pers UFC 329 di T-Mobile Arena. Kedua petarung saling melempar sindiran tajam, membuka kembali memori pertemuan pertama mereka 13 tahun lalu, serta mempertanyakan kehebatan satu sama lain.
McGregor membuka serangan dengan mengkritik habis-habisan kemampuan tinju Holloway yang selama ini justru banyak dipuji oleh para pengamat MMA.
McGregor: "Semua pertaruhan ada di sini, dan saya datang seperti rudal. Kemampuan tinjunya (boxing) sangat buruk. Saya sama sekali tidak memperhitungkannya. Dia hanya punya satu ritme, dan itu tidak mengesankan. Sangat jarang kita melihat keajaiban di dalam Oktagon dari seorang Max Holloway."
Holloway dengan cepat membalas, menyindir dua sabuk juara UFC replika bernuansa Irlandia yang dipamerkan oleh McGregor di atas panggung.
Holloway: "Saya lihat kau membawa dua sabuk. Saya rasa kita akan bertarung memperebutkan sabuk hari Sabtu nanti, jadi saya sudah tidak sabar untuk merebut sabuk-sabuk cantik itu dari tanganmu." Mendengar hal itu, McGregor langsung mengungkit jalannya pertarungan pertama mereka pada tahun 2013, di mana saat itu The Notorious keluar sebagai pemenang lewat keputusan juri.
McGregor: "Kau bahkan tidak bisa menyentuh sarung tinjuku terakhir kali. Kau juga tidak akan bisa menyentuhku kali ini. Yang kembali sekarang adalah monster yang berbeda. Banyak hal yang harus saya buktikan di sini, dan kepada siapa saya membuktikannya? Kepada diri saya sendiri. Jadi, kau berada dalam masalah besar." Holloway: "Saya cukup sering menyentuh wajahmu waktu itu. Dan sial, kalau kita bicara soal menjatuhkan lawan (drop), saya sempat menjatuhkanmu dengan tendangan tinggi (high kick)."
Misi Bangkit dari Keterpurukan bagi Kedua Petarung
Laga rematch ini bukan sekadar urusan gengsi, melainkan sebuah misi krusial untuk bangkit dari tren negatif bagi kedua petarung. Holloway (27-9) terhitung jauh lebih aktif berkompetisi dibandingkan McGregor. Petarung asal Hawaii ini tercatat sudah bertarung 10 kali (dengan rekor 6-4) sejak laga terakhir McGregor. Namun, Holloway memasuki UFC 329 dengan modal kurang apik setelah menelan kekalahan angka mutlak dari Charles Oliveira pada bulan Maret lalu.
Di sudut lain, Conor McGregor (22-6) datang membawa beban dua kekalahan beruntun dari Dustin Poirier pada tahun 2021. Kekalahan terakhirnya bahkan menjadi mimpi buruk setelah ia menderita cedera patah kaki yang mengerikan, yang memaksanya absen panjang dari dunia tarung derajat selama lima tahun.
Dengan tensi verbal yang sudah mencapai titik didih dan misi wajib menang dari kedua belah pihak, laga utama UFC 329 dipastikan akan menyajikan perang total di dalam oktagon. (*)
Editor : Indra Zakaria