Tolak Mentah-Mentah Tantangan Paddy Pimblett, Justin Gaethje: "Kita Tidak Ditakdirkan Bertarung Lagi!"

Indra Zakaria • Dipublikasikan Minggu, 19 Juli 2026 | 09:00 WIB
Justin Gaethje adu striking dengan Paddy Pimblett dalam pertemuan pertama mereka.
Justin Gaethje adu striking dengan Paddy Pimblett dalam pertemuan pertama mereka.

PROKAL.CO-  Kemenangan kilat Paddy "The Baddy" Pimblett di UFC 329 tampaknya belum cukup untuk meluluhkan hati sang raja baru kelas ringan, Justin Gaethje. Juara dunia sejati kelas ringan UFC itu langsung menolak mentah-mentah seruan Pimblett yang menginginkan laga ulang (rematch) dengan sabuk juara sebagai taruhannya.

Pimblett baru saja meroketkan kembali namanya setelah mengunci Benoit Saint-Denis hingga pingsan lewat cekikan D'arce choke hanya dalam waktu 52 detik pada laga pendukung UFC 329. Kemenangan luar biasa ini seolah menebus kekalahan mutlak yang ia derita dari Gaethje pada bulan Januari lalu.

Sesaat setelah wasit menghentikan laga, petarung nyentrik asal Liverpool ini langsung berteriak di atas oktagon dan menantang jajaran petarung elit, termasuk sang juara bertahan. "Saya akan menghajar Ilia [Topuria], saya akan melakukan rematch dengan Justin, saya juga siap melawan Conor [McGregor] atau Max [Holloway] berikutnya. Saya tidak peduli. Berikan saya siapa saja dan saya akan menghajar kepala mereka!" tantang Pimblett dengan berapi-api.

Namun, Gaethje yang kini memegang sabuk juara tak terbantahkan setelah kemenangan mengejutkannya atas Ilia Topuria di Gedung Putih pada Juni lalu, langsung meredam ambisi besar tersebut saat berbicara di acara The Pat McAfee Show.

"Apakah kami ditakdirkan untuk saling bertarung lagi? Tidak. Sama sekali tidak," ujar Gaethje tegas, menutup peluang laga ulang dalam waktu dekat. Meski menolak tantangan Pimblett, Gaethje mengaku bangga karena perjalanan kariernya dan kemenangannya atas Topuria telah menginspirasi banyak petarung lain untuk berlatih lebih keras, termasuk Pimblett sendiri.

"Sangat luar biasa melihat apa yang telah dilakukan kisah perjalanan saya kepada banyak orang. Rafael Fiziev, pria yang saya lawan dua kali, mengatakan hal yang sangat mirip. Kekalahan dari saya justru membangkitkan kembali semangatnya," tutur Gaethje. Ia bahkan menyebut bintang tinju dunia, Anthony Joshua, juga memetik pelajaran berharga dari mentalitasnya.

"Sangat keren melihat semua atlet menghormati olahraga kami karena MMA sangat merendahkan hati dan begitu primal. Ini pertarungan satu lawan satu, dan itu sungguh luar biasa," tambahnya.

Teka-Teki Lawan Berikutnya untuk Gaethje

Dengan penolakannya terhadap Pimblett dan keengganannya untuk segera melakukan rematch dengan Ilia Topuria, langkah Justin Gaethje selanjutnya kini masih menjadi tanda tanya besar.

Di atas kertas, Arman Tsarukyan yang kini menempati peringkat kedua di kelas ringan dan sedang dalam tren lima kemenangan beruntun merupakan opsi paling logis. Namun, hubungan Tsarukyan dengan bos UFC Dana White diketahui sedang merenggang menyusul penarikan dirinya dari laga perebutan gelar pada Januari 2025 dan insiden menanduk Dan Hooker di sesi timbang badan. Selagi Tsarukyan bersiap menghadapi Colby Covington dalam laga gulat akhir pekan ini, publik kini hanya bisa menunggu keputusan UFC untuk menentukan siapa yang akan menjadi korban keganasan "The Highlight" berikutnya di dalam oktagon. (*)

Editor : Indra Zakaria
Sumber : prokal.co
paddy pimblett Justin Gaethje