PROKAL.CO— Jauh sebelum daratan Mesir dikenal dengan piramida dan padang pasirnya, wilayah ini merupakan rumah bagi salah satu makhluk paling aneh yang pernah berjalan di muka bumi. Dialah Arsinoitherium zitteli, mamalia raksasa dari zaman Eosen Akhir (sekitar 36–30 juta tahun yang lalu) yang fosil tengkoraknya pertama kali ditemukan di Cekungan Fayum pada tahun 1902.
Sekilas, hewan ini tampak seperti badak purba karena tubuhnya yang tambun. Namun, penelitian modern mengungkap fakta mengejutkan: Arsinoitherium sama sekali tidak berkerabat dengan badak.
Keajaiban Evolusi Afrotheria
Alih-alih bersaudara dengan badak, raksasa ini justru masuk dalam kelompok mamalia Afrika yang telah punah bernama embrithopod. Secara genetik, ia memiliki hubungan kekerabatan yang lebih dekat dengan gajah, manatee (lembu laut), dan hyrax dalam garis keturunan Afrotheria.
Keunikan utamanya terletak pada kepalanya. Arsinoitherium memiliki dua tanduk raksasa berbahan tulang yang dilapisi keratin, tumbuh menjulang dari tulang hidungnya hingga mencapai panjang lebih dari 60 cm. Tak cukup dengan itu, terdapat sepasang tanduk kecil tambahan yang terletak tepat di belakang tanduk utamanya, memberikan tampilan yang sangat intimidatif.
Dengan berat mencapai 1,5 hingga 2 ton dan tinggi bahu sekitar 1,7 meter, hewan ini adalah penguasa lingkungan semi-akuatik. Struktur giginya menunjukkan bahwa ia adalah herbivora yang hanya memakan tumbuh-tumbuhan lunak.
Para ahli paleontologi meyakini bahwa Arsinoitherium menghabiskan sebagian besar waktunya di tepian sungai dan rawa-rawa subur yang menyelimuti Afrika Utara jutaan tahun silam. Habitatnya yang lembap sangat kontras dengan kondisi geografis Cekungan Fayum saat ini yang kering dan gersang.
Penemuan tengkorak Arsinoitherium mempertegas status Cekungan Fayum sebagai salah satu situs paleontologi terpenting di dunia. Di lokasi yang sama, para ilmuwan juga menemukan fosil nenek moyang awal gajah serta paus purba yang masih memiliki kaki.
Situs ini menjadi bukti kunci bagaimana mamalia modern berevolusi dari bentuk-bentuk yang aneh dan megah. Tengkorak Arsinoitherium bukan sekadar fosil, melainkan saksi bisu masa kejayaan mamalia Afrika di era yang telah lama hilang. (*)
Editor : Indra Zakaria