Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Seni Kosmik di Langit Mars: Curiosity Abadikan Fenomena Langka Awan "Mutiara" dari Karbon Dioksida

Redaksi Prokal • Selasa, 7 April 2026 - 13:45 WIB
Awan "mutiara" yang langka dan berkilauan yang diabadikan Wahana penjelajah Curiosity milik NASA. (NASA / JPL-Caltech / MSSS)
Awan "mutiara" yang langka dan berkilauan yang diabadikan Wahana penjelajah Curiosity milik NASA. (NASA / JPL-Caltech / MSSS)

PROKAL.CO- Wahana penjelajah Curiosity milik NASA baru saja mengirimkan sebuah "kartu pos" luar angkasa yang benar-benar ajaib dari Planet Merah. Bukan sekadar hamparan debu merah yang gersang, kali ini Curiosity menangkap penampakan awan "mutiara" yang langka dan berkilauan, melayang indah di tengah langit Mars yang mulai menggelap. Fenomena ini memberikan pemandangan spektakuler yang membuktikan bahwa Mars menyimpan keindahan cuaca yang tak terduga di balik reputasinya yang ekstrem.

Berbeda dengan awan di Bumi yang terbentuk dari kumpulan tetesan air, awan indah di Mars ini tersusun dari es kering atau kristal karbon dioksida beku. Partikel-partikel ini terbentuk di ketinggian yang sangat ekstrem, di mana suhu atmosfer turun hingga titik terendah yang memungkinkan gas karbon dioksida mengkristal menjadi partikel es padat yang melayang di angkasa.

Baca Juga: Gandeng Rusia, Kalimantan Barat Bidik Teknologi Nuklir untuk Energi Bersih dan Kesehatan

Rahasia di balik kilauan warna-warni yang tampak seperti pelangi ini terletak pada fenomena yang disebut iridescence. Saat Matahari mulai terbenam, sinar terakhirnya mengenai kristal-kristal es kecil yang memiliki ukuran sangat seragam. Kristal tersebut kemudian menyebarkan cahaya menjadi spektrum warna cerah yang berubah-ubah, mulai dari merah muda, biru, hingga hijau elektrik. Hasilnya adalah sebuah tampilan warna-warni yang lebih menyerupai karya seni kosmik daripada sekadar fenomena cuaca biasa.

Awan-awan menakjubkan ini hanya muncul dalam durasi singkat selama musim-musim tertentu di Mars. Cahayanya akan terpancar paling terang tepat setelah matahari terbenam, di saat langit Mars berubah warna menjadi ungu tua. Kondisi ini membuat kristal-kristal tersebut tampak seolah-olah mengambang seperti prisma bercahaya di angkasa luas.

Fenomena ini menjadi pengingat yang luar biasa tentang betapa asing namun indahnya Planet Merah—sebuah dunia di mana awan terbentuk dari karbon dioksida beku dan senja mampu melukis langit dengan pelangi yang magis. (*)

Editor : Indra Zakaria
#nasa