Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Era Baru Penerbangan Komersial: Pesawat Eksperimental X-59 NASA Sukses Tembus Kecepatan Supersonik

Redaksi Prokal • Senin, 8 Juni 2026 | 08:00 WIB
Pesawat eksperimental terbaru NASA, X-59, sukses menuntaskan uji penerbangan supersonik pertamanya pada Jumat (5/6/2026) waktu setempat. (NASA)
Pesawat eksperimental terbaru NASA, X-59, sukses menuntaskan uji penerbangan supersonik pertamanya pada Jumat (5/6/2026) waktu setempat. (NASA)

PROKAL.CO, LOS ANGELES – Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) berhasil menorehkan tinta emas dalam sejarah dunia penerbangan global. Pesawat eksperimental terbaru mereka, X-59, sukses menuntaskan uji penerbangan supersonik pertamanya pada Jumat (5/6/2026) waktu setempat. Keberhasilan krusial ini menjadi tonggak sejarah yang sangat penting dalam pengembangan teknologi supersonik senyap yang digadang-gadang bakal mengubah masa depan transportasi udara.

Pihak NASA dalam pernyataan resmi di situs web mereka menjelaskan bahwa uji coba ini merupakan bagian dari persiapan intensif menjelang demonstrasi penuh kemampuan supersonik senyap yang dijadwalkan berlangsung tahun ini. Dalam misi bersejarah tersebut, pilot uji senior NASA, Jim "Clue" Less, dipercaya untuk menakhodai langsung pesawat dari proses lepas landas hingga mendarat kembali dengan mulus di Landasan Pangkalan Angkatan Udara Edwards di California.

Selama mengudara, pesawat futuristik ini berhasil memacu kecepatan puncaknya hingga menembus angka Mach 1,1 atau setara dengan lebih dari 1.300 kilometer per jam. Tidak hanya kecepatannya yang fantastis, Jim Less juga berhasil membawa X-59 melesat naik hingga mencapai ketinggian jelajah ekstrim di angka 43.400 kaki atau sekitar 13,2 kilometer dari permukaan bumi dalam durasi penerbangan total selama 81 menit sejak lepas landas pada pukul 11.08 Waktu Pasifik.

Administrator NASA, Jared Isaacman, mengungkapkan rasa bangga dan optimismenya yang tinggi terhadap perkembangan performa jet eksperimental ini di lintasan udara. Menurutnya, ritme pengujian yang stabil ini menunjukkan kesiapan tim untuk melangkah ke target kecepatan yang jauh lebih menantang dalam waktu dekat.

"X-59 tengah bersiap untuk melakukan debut supersonik senyapnya. Sejak penerbangan perdananya pada 28 Oktober 2025, tim telah mencatat kemajuan besar, terbang 16 kali dalam 90 hari terakhir dan memasuki ritme pengujian yang stabil. Dalam beberapa hari mendatang, kami berharap dapat melangkah ke tahap berikutnya dan meningkatkan kecepatan hingga Mach 1,4," ujar Jared Isaacman memaparkan target jangka pendek proyek tersebut.

Sebelum berhasil menembus kecepatan suara pada hari Jumat lalu, X-59 dilaporkan telah melewati serangkaian uji terbang berlapis pada berbagai variasi kecepatan dan ketinggian dalam beberapa bulan terakhir. Proses ini merupakan fase pertama dari program uji terbang jangka panjang yang berfokus pada evaluasi kinerja mendasar pesawat dengan melibatkan pengawasan super ketat dari pesawat pengejar khusus.

Setelah fase evaluasi performa dasar ini rampung, tim teknis NASA akan segera mengalihkan fokus pengujian ke fase berikutnya, yaitu mengukur dan memverifikasi profil suara yang dihasilkan oleh bodi pesawat. Pengujian profil suara ini sangat krusial untuk membuktikan klaim teknologi quiet supersonic atau kemampuan meredam dentuman keras.

Selama ini, penerbangan supersonik komersial dilarang keras beroperasi di atas area daratan berpenghuni karena menghasilkan efek ledakan sonik (sonic boom) yang luar biasa bising dan berpotensi merusak infrastruktur. Jet X-59 ini dirancang secara aerodinamis untuk memecah gelombang kejut tersebut sehingga hanya akan menghasilkan dentuman yang sangat lembut dan senyap di telinga manusia.

Burung besi eksperimental ini sejatinya merupakan jantung utama dari misi besar bertajuk Quesst milik NASA. Melalui misi ambisius ini, mereka tidak hanya ingin mendemonstrasikan kelayakan teknologi penerbangan supersonik senyap kepada dunia, melainkan juga berambisi mengumpulkan data regulasi baru demi membuka kembali izin operasional bagi penerbangan supersonik komersial lintas daratan di seluruh penjuru dunia. (*)

Editor : Indra Zakaria
#nasa #penerbangan