BALIKPAPAN - Tidak terasa tahun 2022 sebentar lagi berakhir dan bersiap menghadapi 2023. Menyambut momen istimewa ini, pengelola mal di Kaltim menghadirkan acara akhir tahun dengan kemasan yang lebih menarik mengingat tingkat kunjungan ke mal telah mengalami pertumbuhan yang cukup signifikan.
Kondisi mal-mal di Benua Etam, khususnya Balikpapan dan Samarinda, dikatakan Aries Adriyanto, ketua Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Kaltim memang mengalami perbedaan signifikan dibandingkan dua tahun lalu. Ditambah banyak kegiatan maupun event berskala nasional yang mendorong perputaran uang terjadi di daerah tersebut.
Terutama di pusat-pusat perbelanjaan kini juga berlomba menggelar berbagai promo, hiburan hingga gelaran spesial yang akan dilaksanakan pada momen Natal dan tahun baru (Nataru) nanti. Yang mendulang atensi masyarakat agar datang berkunjung. Guna memeriahkan Natal, mal-mal pun sudah ada yang menghiasi dengan pernak-pernik ciri khas hari besar umat Kristen tersebut.
“Pengunjung mal di Kaltim sekarang luar biasa, hingga puluhan ribu. Dari Manajemen Plaza Balikpapan sendiri terlihat dari angka pengunjung di weekdays mencapai 24.000 orang dan di weekend rata-rata mencapai 62.000 orang. Hal ini menunjukkan bahwa rata-rata kunjungan sudah sama dengan saat kondisi normal, sebelum masa pandemi,” ucap Aries.
Ditambah kini, penambahan tenant-tenant baru yang bergabung juga terjadi di semua mal di Kaltim, sehingga menambah alternatif pilihan berbelanja pengunjung yang ingin bertandang dan semakin menarik minat buat datang ke mal karena bisa menemukan sesuatu yang baru. Hal ini berdampak positif bagi pengelola mal untuk menutup biaya operasionalnya.
Aries pun membeberkan, sebagai contoh masuknya gerai Uniqlo di BIGmall Samarinda, Pentacity Balikpapan, kemudian KKV di Pentacity Balikpapan, hingga rencana kembali bergabungnya Matahari Depart Store (MDS) ke Plaza Balikpapan.
“Meskipun tingkat kunjungan sudah semakin membaik tentunya tidak serta-merta pengelola mal di Kaltim untuk lengah dalam melaksanakan protokol kesehatan, karena kita ketahui bersama bahwa Covid-19 belum benar-benar hilang, apalagi di Balikpapan dan Samarinda masih PPKM Level 1,” tuturnya.
Dari itu, di setiap pintu mal masih terdapat petugas yang berjaga maupun disediakan scan QR code, pengukur suhu hingga hand sanitizer. Guna antisipasi, walaupun tidak lagi kaku seperti kondisi pada dua tahun belakangan. (ndu/k15)
Ulil
Yin.khazan@gmail.com
Editor : izak-Indra Zakaria