Sejarah baru tercatat dalam Oscars tahun ini. Untuk kali pertama sejak digelar pada 1929, film superhero masuk nominasi kategori puncak: Best Picture. Adanya Black Panther di antara delapan film yang pemenangnya diumumkan pada 24 Februari mendatang itu mengakhiri frustrasi para pencinta film superhero.
Sebelumnya, juri Oscars dikenal anti dengan genre film yang ceritanya diadaptasi dari komik. Kalaupun masuk nominasi, biasanya ya hanya dalam kategori art atau teknis. Bukan kategori elite. Satu dekade lalu sebetulnya sejarah nyaris tercipta. The Dark Knight digadang-gadang jadi Best Picture. Film garapan Christopher Nolan itu dihujani review positif. Disebut sebagai salah satu film terbaik dalam sepuluh tahun terakhir dan film superhero terbaik sepanjang masa.
Pada Academy Awards 2009, The Dark Knight memang berhasil mengantongi delapan nominasi. Tapi lagi-lagi, sebagian besar kategori teknis. Hanya satu di kategori akting, yakni Best Supporting Actor untuk Heath Ledger yang akhirnya menyumbang satu di antara dua Oscar yang mereka raih selain Best Sound Editing.
Muncul gelombang protes. Tudingan bahwa juri Oscars sangat esoteris semakin kuat. Selera pilihan mereka dianggap kurang dimengerti moviegoers kebanyakan. Setahun berikutnya, panitia melakukan perubahan. Memilih 10 film untuk nomine Best Picture setelah sebelumnya hanya ada lima.
Tidak pernah disebut secara eksplisit bahwa itu adalah imbas dari protes The Dark Knight. Namun, para pengamat yakin itulah penyebabnya. Dengan semakin banyak kursi yang disediakan, panitia berharap juri bisa menyelipkan film-film selera umum. Sejak saat itulah, nomine Best Picture kembali berjumlah 5–10.
Keberadaan film superhero bukan satu-satunya fenomena yang terjadi di daftar Best Picture tahun ini. Fenomena lainnya adalah masuknya judul-judul pemuncak box office. Dalam hal ini, A Star is Born, Bohemian Rhapsody, dan tentu saja Black Panther yang menjadi film kesembilan terlaris sepanjang masa. Total pendapatan nomine film terbaik tahun ini merupakan yang tertinggi sejak 2013. Lebih dari USD 1,2 miliar. Angka itu masih akan bertambah karena filmnya masih ada yang tayang di bioskop.
Pilihan-pilihan tersebut menunjukkan adanya perubahan di juri Oscars saat ini. Mereka tak lagi hanya terpikat pada film-film festival yang ditonton segelintir orang. Nomine kali ini mematahkan ungkapan, siapa sih yang nonton film Oscars?
Sebelumnya, para nomine, bahkan pemenang Best Picture, kerap diisi film-film ”antah berantah” jika dilihat dari jumlah penonton. Dalam sepuluh tahun terakhir tak ada yang pendapatan box office-nya melebihi USD 150 juta. Capaian terendah menjadi milik pemenang dua tahun lalu, Moonlight yang hanya mendapat USD 27 juta. Sementara itu, yang tertinggi adalah Slumdog Millionaire dengan angka USD 141 juta. Bandingkan dengan pendapatan Bohemian Rhapsody yang USD 202 juta, A Star is Born sebanyak USD 204 juta, dan Black Panther yang mencapai USD 700 juta hanya di Amerika Utara.
Mengharap Black Panther menang tak semudah membalikkan telapak tangan. Kekuatan Bohemian Rhapsody dan A Star is Born tak bisa diremehkan. Tanpa melupakan BlacKkKlansman, Vice, dan The Favourite, di list itu juga ada Roma dan Green Book. Jenis film artsy yang merupakan tipikal kesukaan juri. (jpc/ndy/k8)
Editor : octa-Octa