Novel karya Ratih Kumala, Gadis Kretek, akan diadaptasi menjadi serial orisinal Netflix. Serial produksi BASE Entertainment itu masih dalam proses produksi. Di jajaran pemeran, ada Dian Sastrowardoyo, Ario Bayu, Arya Saloka, dan Putri Marino. Hingga berita ini ditulis, tanggal perilisan Gadis Kretek belum diketahui.
Dalam sesi diskusi panel Waktu Netflix Indonesia kemarin (2/9), Putri mengungkapkan bahwa dirinya berperan sebagai Arum. ”Arum itu seseorang yang sangat mencintai ibunya, pekerja keras, dan dia menganggap di dunia itu cuma ada dia dan ibunya,” papar Putri di The Langham, Jakarta Selatan.
Putri mengungkapkan bahwa sebelum mendapat tawaran berperan sebagai Arum, dirinya belum membaca Gadis Kretek. Barulah saat BASE Entertainment dan pasangan suami istri yang menjadi sutradara serial itu –Ifa Isfansyah serta Kamila Andini– menawarinya, Putri segera membaca novelnya.
Ketika membaca Gadis Kretek, Putri mengaku jatuh cinta pada cerita serta karakternya. Saking sukanya, istri Chicco Jerikho itu sampai deg-degan ketika akan menerima skenario. ”Mungkin akan ada beberapa perubahan dari versi novelnya, tapi tetap keren kok,” tambah Putri.
Untuk menjaga orisinalitas cerita, Ratih juga turun tangan sebagai penulis skenario bersama Tanya Yuson. Menurut Putri, memerankan karakter hasil adaptasi perlu proses khusus. Dia harus banyak bertanya kepada Ratih selaku pencipta cerita dan karakter Arum. Juga, banyak berdiskusi dengan Ifa dan Dini selaku sutradara.
Selama proses reading, Putri, Ratih, Ifa, Dini, dan para cast lain saling memberi masukan. Tak hanya dalam hal penokohan, tapi juga dialog. ”Jadi, bisa dibilang kami menggodok skrip bareng-bareng. Pas syuting, skripnya sudah sesuai dengan yang kami diskusikan,” jelas Putri.
Selain memerankan karakter yang sudah ada dan berdasar skrip, Putri memiliki kebebasan untuk menginterpretasikan Arum. Peraih Piala Citra Festival Film Indonesia 2017 untuk Pemeran Utama Wanita Terbaik itu mengatakan bahwa Arum adalah tokoh yang muncul belakangan di novel. Latar belakangnya belum jelas. Di versi serial, sosok Arum akan lebih dikembangkan. ”Pokoknya, kalian bisa cinta, kesal, sekaligus mikir kok bisa dia kayak gitu,” papar Putri.
Di luar diskusinya dengan Ifa, Dini, dan Ratih, Putri juga punya cara sendiri agar lebih akrab dengan karakter serta semesta cerita Gadis Kretek. ”Aku baca bukunya empat sampai lima kali. Aku sendiri memang suka baca buku,” ujar pemeran Kinan dalam serial Layangan Putus itu.
Putri sadar bahwa adaptasi novel beserta karakternya ke serial atau film belum tentu memuaskan semua orang. Sejumlah pembaca atau penggemar Gadis Kretek mungkin akan menilai bahwa cerita dan karakternya terasa kurang cocok diadaptasi. Terkait hal itu, Putri menilai wajar-wajar saja. Sebagai penikmat buku, dia juga kadang kepikiran ketika sebuah buku diangkat jadi film atau serial. ”Kira-kira cocok enggak ya,” katanya.
Namun, alih-alih merasa terbebani, Putri memilih untuk tetap melakukan yang terbaik. Kegelisahan atau kecemasan mengenai hasil adaptasi telah dia, kru, dan cast lain tinggalkan. Sebab, tidak mungkin bisa memenuhi ekspektasi semua orang.
Selain terlibat di Gadis Kretek, Putri juga terlibat di proyek Netflix lainnya. Dia akan berperan sebagai seorang detektif di film aksi-komedi orisinal Netflix, The Big 4, karya Timo Tjahjanto. Sang detektif mencoba menelusuri misteri kematian ayahnya. Pada akhirnya, detektif itu bekerja sama dengan empat mantan pembunuh bayaran untuk menyelamatkan diri dari musuh sang ayah. (len/c6/ayi)
Editor : izak-Indra Zakaria