Cepatnya perkembangan teknologi berpengaruh dengan makin maraknya penyedia pinjaman online atau pinjol. Saat kondisi ekonomi yang terdesak, sebagian orang memilih jalan pintas menggunakan pinjol.
Melihat peluang itu, pinjol ilegal menawarkan kemudahan dalam mendapatkan pinjaman dengan cara instan. Peminjaman uang ini dimanfaatkan masyarakat, terutama bagi kelompok yang tidak memiliki akses layanan perbankan.
Kemudahan itu membuat masyarakat terlena dan berpotensi terjerat dengan pinjol ilegal. Dilansir JawaPos.com dari laman Media Keuangan Kemenkeu, berikut ini tips agar terhindar dari jeratan pinjol ilegal.
Buat Perencanaan Keuangan yang Baik
Kebanyakan permasalahan keuangan disebabkan karena kurangnya perencanaan keuangan yang baik. Membuat perencanaan keuangan dapat memetakan secara tepat dan rinci jumlah penerimaan dan kebutuhan, sehingga pengeluaran lebih teratur.
Perencanaan keuangan dimulai dari membuat rencana anggaran, membuat catatan keuangan, menyisihkan dana untuk dana darurat, dan menabung atau investasi.
Tingkatkan Literasi Keuangan
Masyarakat perlu untuk mengetahui cara mengelola uang dengan baik. Setelah mengetahui ilmu tentang mengelola keuangan, lalu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan literasi keuangan, bisa lebih memahami kebutuhan dan keinginan sehingga mampu memilih dan memilah tentang barang prioritas.
Atur Skala Prioritas
Penyusunan skala prioritas dengan mendahulukan kebutuhan daripada keinginan. Kebutuhan seperti uang makan, uang sewa rumah, biaya transportasi, listrik dan lain sebagainya.
Pilih Produk Investasi dan Tabungan dengan Tepat
Penting untuk dapat melakukan investasi sejak dini. Selain dapat mempercepat financial freedom, investasi dilakukan karena tidak tahu apa yang akan terjadi kedepannya, baik itu inflasi atau hal buruk lainnya.
Pilih investasi yang sesuai dengan resikonya, bukan karena ikut-ikutan. Perlu diketahui bahwa investasi banyak bentuknya mulai dari emas, saham hingga reksadana.
Jangan FOMO
Adanya sifat FOMO atau fear of missing out adalah perasaan takut tertinggal tren kekinian di kalangan anak muda. Media sosial dan lingkungan pertemanan menjadi penyebab hadirnya sifat FOMO.
Ingin beli barang branded, nonton konser, bahkan liburan ke luar negeri, padahal tidak memiliki uang dan berujung memilih pinjol illegal sebagai jalan keluar.
Hindari Window Shopping
window shopping adalah kegiatan menghabiskan waktu untuk melihat-lihat produk yang dipajang di etalase toko tanpa berniat membelinya. Saat ini window shopping tidak hanya dilakukan di tempat perbelanjaan, namun juga bisa dilakukan di e-commerce.
Sifat konsumtif bisa meningkat karena ingin membeli barang yang mungkin tidak kita butuhkan. Namun, barang tersebut unik dan menarik di depan mata.
Pinjam Hanya untuk Kebutuhan yang Produktif
Melakukan pinjaman diperbolehkan selama masih pada batas kemampuan, biasanya ada batas maksimal sekitar 30 persen dari pendapatan. Sebaiknya pinjaman tersebut digunakan untuk hal yang sifatnya produktif, seperti untuk modal usaha atau membeli peralatan untuk usaha, dan lain sebagainya.(*)
Editor : izak-Indra Zakaria