Dari total 88 orang yang ditertibkan, 51 orang berasal dari Pontianak, dan 37 lainnya dari luar kota Pontianak. Kepala Dinas Sosial Kota Pontianak, Trisnawati mengatakan kehadiran manusia silver berawal sejak Februari 2024 dan jumlahnya terus bertambah.
"Jumlahnya semakin banyak. Kemungkinan ada yang mengajak atau ingin mengikuti jejak kawan," jelasnya Kamis (27/6). Manusia silver yang sudah diamankan ini merupakan pengemis yang sebelumnya berkostum badut.
Kuat dugaan, mereka mencontoh aktivitas manusia silver yang ada di luar kota Pontianak seperti di Jakarta, Yogyakarta dan kota besar lainnya. Kemunculan manusia silver pertama kali di Kota Pontianak menarik perhatian masyarakat, kemudian menjadi fenomena baru dan diikuti oleh gelandangan maupun pengemis lain.
"Untuk manusia silver yang pertama ini sudah kami pulangkan kemarin malam ke daerah asalnya dengan didampingi pekerja sosial dan ASN Kota Pontianak dan ASN Dinas Provinsi Kalbar dengan menggunakan kapal," katanya.
Trisnawati mengatakan upaya yang telah dilakukan oleh Dinas Sosial Kota Pontianak antara lain melakukan sosialisasi, baik itu melalui media sosial maupun media elektronik dan media massa.
Selain itu juga dilakukan beberapa langkah pembinaan bagi manusia silver yang sudah diamankan oleh Satuan Polisi Pamong Praja di Pusat Layanan Anak Terpadu Kota Pontianak. "Terkait dengan manusia silver, peran Dinas Sosial ini ada pada pembinaan setelah diamankan oleh Satpol PP," ujarnya. (mrd)