BANJARMASIN - Pintu masuk Banjarmasin mulai diperketat. Bukan hanya jalur udara dan darat, jalur air juga dikawal.
Salah satunya jalur sungai. Seperti dermaga feri penyeberangan di Sungai Alalak. Mengingat mobilitas warga di sini sangat tinggi.
Dermaga dan kapal pun disemprot dengan cairan disinfektan oleh Kerukunan Keluarga Bakumpai (KKB), kemarin (8/4).
"Kami bersyukur akses penting ini disemprot, karena banyak warga yang memanfaatkannya," kata Naimah, warga Alalak Berangas, Barito Kuala.
Hampir setiap hari Naimah menggunakan feri. Selain ke pasar, juga untuk menjenguk orang tuanya di Alalak Utara, Banjarmasin Utara.
"Mana tahu siapa yang tertular. Saya semakin sering naik feri sejak Jembatan Alalak dibangun ulang," tambahnya.
Disinfeksi itu membuat rasa was-wasnya berkurang. "Virus kan tak terlihat. Siapa tahu menempel di kapal. Semoga tak cuma sekali," tukasnya.
Hal serupa juga dituturkan Rohana. Setiap hari ia menggunakan feri ini untuk pergi bekerja. Menurutnya, lebih baik menyemprot fasilitas publik ketimbang jalan raya.
“Feri penyeberangan ini banyak digunakan warga. Saya saja setiap hari menggunakannya ketika berangkat dan pulang bekerja,” ujarnya.
Penyemprotan kemarin bukan yang pertama dilakukan KKB. Selain fasilitas publik, permukiman padat juga disasar.
Ketua KKB Pusat, Yuni Abdi Nur Sulaiman berpesan, agar warga menaati instruksi pemerintah. Menghindari kerumunan dan menjaga jarak. “Jika tak ada kepentingan mendesak, berdiam di rumah saja,” pesannya. (mof/fud/ema)
Editor : miminradar-Radar Banjarmasin