BANJARBARU - Hari ketiga penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kota Banjarbaru mulai tampak. Kini, kepadatan arus lalu lintas sedikit mulai berkurang. Meskipun tak sepenuhnya sudah lenggang.
Selama PSBB, posko cek poin di batas wilayah diklaim dijaga selama 24 jam. Tanpa terkecuali. Namun, menurut beberapa warga yang melintas, terkadang ada pos seakan tak dijaga dan dibiarkan longgar.
Longgarnya posko yang dijaga oleh unsur Polisi, TNI, Dishub, Dinkes dan Satpol PP Banjarbaru ini pun cukup jadi obrolan. Khususnya mereka yang berpengalaman bisa leluasa melewati posko.
Salah seorang warga asal Martapura yang enggan namanya dikorbankan, mengaku tak ada diperiksa ketika melewati batas kota. "Saya emang kerja di Banjarbaru. Tadi (Kemarin) saya lewat di posko depan Q Mall agak siang sekitar pukul 14.00 Wita bisa lewat," katanya.
Memang ia sendiri mengaku sudah menyiapkan surat keterangan kerja dari perusahaannya. Namun ternyata katanya hal ini tak diperiksa. "Saya lihat yang lain juga bisa bebas lewat. Pikiran positif saya mungkin petugas lagi istirahat karena kelelahan, apalagi ini bulan puasa," ujarnya.
Memang dari pantauan, posko 2 PSBB gabungan Banjarbaru dan Banjar ini sempat longgar. Hal ini terpantau sekitar pukul 14.15 Wita. Di tenda posko sendiri memang tampak ada personel yang siaga. Hanya saja untuk melakukan pengecekan di jalan raya pada saat itu belum tampak.
Ketika dikonfirmasi, Perwira Pengendali (Padal) Posko 2 PSBB Gabungan, Ipda Rudi Ahmadi menjelaskan bahwa kondisi tidak ada penjagaan itu dikarenakan personel yang jaga istirahat sejenak.
"Kita baru selesai salat zuhur tadi, kemudian kita perhatikan cuaca mendung dan mau hujan. Akhirnya kita amati dulu, karena jika hujan kita tidak memungkinkan menggelar pemeriksaan," kata Rudi.
Pemeriksaan saat hujan kata Rudi tidak efektif. Selain berbahaya buat pengendara, kondusi tubuh personel yang berjaga katanya juga rawan. "Tentu kesehatan personel kita harus utamakan juga, agar bisa siaga berjaga nantinya."
Ia menegaskan bahwa arahan menjaga 24 jam tetap dilakukan. Namun diakuinya ada beberapa momen pihaknya harus sekadar istirahat. Termasuk melaksanakan ibadah dan mengatur jadwal jaga agar kondisi tubuh personel bisa tetap fit.
Dijelaskan, di posko ini ada 26 personel yang terlibat. Yakni dari unsur kepolisian berjumlah 13 orang, TNI 3 orang, Dinkes 2 orang dan Satpol PP 5 orang. Ini merupakan jumlah gabungan antara Banjarbaru dan Banjar.
Adapun, secara data pihaknya, dari pukul 08.00 Wita hingga pukul 14.00 Wita. Tercatat sudah ada 32 kali teguran lisan yang dilancarkan petugas kepada warga. Dikarenakan masih ada saja ditemukan pelanggaran PSBB dari warga.
"Dominan itu roda dua, misalnya tanpa masker atau terkait KTP Domisili. Kalau roda empat yang banyak ditemui soal persyaratan kapasitas dan tempat duduk penumpang," ungkapnya.
Dari sisi pemeriksaan suhu tubuh, tak ada temuan berarti sebut Rudi. Namun, apabila ada yang ditemukan melebihi suhu normal, maka katanya akan diisolasi sementara sembari melihat kondisi yang bersangkutan.
Lantas, apakah banyak pengendara yang juga sampai harus putar balik? Rudi menjawab hal ini lumayan banyak, mengingat teguran lisan saja katanya juga sudah 32 kali.
"Untuk yang kita suruh balik kanan itu total ada 19 kali, 14 kali roda dua sisanya mobil. Kalau ini kebanyakan masalah KTP Domisili dan juga keperluan mereka tidak begitu penting," tegasnya.
Di posko ini sendiri selepas cuaca mulai cerah, petugas gabungan tampak kembali turun ke jalan. Mereka mulai aktif memeriksa pengendara yang lewat. Baik dari KTP, suhu badan, surat pengantar hingga soal physical distancing.
Sementara itu, di posko 1 PSBB Banjarbaru yakni di Kelurahan Bangkal Banjarbaru yang berbatasan dengan Kabupaten Tanah Laut juga sempat tak ada penjagaan. Penyebabnya sama: cuaca hujan.
Memang menurut Padal Posko 1 PSBB di Bangkal, Iman Jona jika cuaca hujan mereka tak melakukan penjagaan. Karena katanya riskan dan terlalu berisiko apabila dipaksakan melakukan pengecekan.
"Ini karena cuaca, kita tadi dari pagi hingga siang sebelum hujan sudah lakukan pemeriksaan. Tetapi berhubung hujan cukup deras, kita putuskan berhenti sementara dulu," kata Iman.
Ia sendiri mengklaim, meski cuaca terik pun pihaknya selalu berupaya melakukan pemeriksaan. Hanya saja ia mengatakan untuk kondisi hujan rawan terhadap keselamatan pengendara dan juga personel yang jaga. Mengingat ujarnya posko masih ada beberapa hari lagi dan kesehatan personel harus diutamakan.
Lantas bagaimana situasi di posko ini? Dari pantauan, yang dominan lalu lalang di posko ini adalah warga sekitar. Mengingat posko ini berada di tengah-tengah pemukiman.
"Warga sekitar juga tetap kita tanya dan periksa, tetapi memang kebanyakan sudah mengerti dan telah mengenakan masker. Yang banyak pelanggaran itu soal warga dari luar, khususnya KTP domisili dan tidak ada surat pengantar dari RT atau tempat bekerja," ungkapnya.
Jika diakumulasikan, sejak pagi kata Iman bahwa setidaknya ada 40 lebih teguran lisan. Sedangkan yang disuruh putar balik melebih 10 buah kendaraan. "Di sini yang dominan roda 4 karena lalu lintas lewat batas wilayah," tuntasnya. (rvn/bin/ema)
Editor : miminradar-Radar Banjarmasin