BANJARMASIN - Dikepung zona merah dan angka kasus positif kembali melonjak, pemko dituntut lebih serius.
Salah satu yang kerap menjadi keluhan adalah hotline (nomor saluran siaga) yang tak lagi bisa dihubungi.
Ketika dikonfirmasi, Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Banjarmasin, Machli Riyadi mengakui, kemungkinan besar nomor-nomor tersebut sudah tak aktif.
Dalihnya, tenaga satgas dan Dinas Kesehatan terlampau sibuk berjibaku di lapangan. "Contoh mengejar target vaksinasi," ujarnya kemarin (14/7).
Terdengar cerita warga pendatang yang kesulitan menghubungi satgas. Saat dites, ternyata positif. Tertahan di hotel dan tak bisa ke mana-mana.
Bagi Machli, dalam kasus semacam itu, satgas tak bisa disalahkan. "Pihak hotel yang bertanggung jawab. Mereka memiliki kewajiban untuk melapor ke puskesmas terdekat jika ada tamunya yang terkonfirmasi positif," tambahnya.
Disinggung soal sekretariat satgas yang tidak tampak lagi, ternyata memang sudah dipindahkan ke kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).
"Karena yang kami tangani ini bencana non alam," tegas Kepala Dinkes Banjarmasin tersebut.
Jika ada warga yang ingin isolasi mandiri, tapi terlalu berisiko di rumah keluarganya, maka semestinya bisa diantar ke fasilitas karantina.
Machli menjamin ada bantuan untuk evakuasi. Dengan catatan, jangan menghubungi nomor hotline, melainkan langsung menelepon atau mendatangi puskesmas terdekat. (war/fud/ema)
Editor : miminradar-Radar Banjarmasin