Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Jalan Semakin Padat, Infrastruktur Transportasi di Banjarbaru Disorot

M Fadlan Zakiri • Kamis, 4 April 2024 - 17:45 WIB
MELINTAS: Bus saat melintas di Banjarbaru. Sistem dan infrastruktur transportasi di kota ini jadi sorotan akademisi ULM. (FOTO: FADLAN ZAKIRI/RADAR BANJARMASIN)
MELINTAS: Bus saat melintas di Banjarbaru. Sistem dan infrastruktur transportasi di kota ini jadi sorotan akademisi ULM. (FOTO: FADLAN ZAKIRI/RADAR BANJARMASIN)

 

Banjarbaru sudah semakin padat, pemko diminta melek dengan keadaan ini. Terutama dalam pemenuhan infrastruktur transportasi.

 

****
BANJARBARU - Kondisi infrastruktur transportasi di Banjarbaru mendapat sorotan dari Akademisi Universitas Lambung Mangkurat (ULM), Akbar Rahman. Akbar menilai, dengan melekatnya status ibu kota provinsi, pemko mesti melek dengan keadaan fisik dan keperluan masyarakat Banjarbaru. Terutama pemenuhan infrastruktur transportasi. 

Menurutnya, infrastruktur transportasi di Kota Idaman perlu segera dibenahi. Mengingat, saat ini Banjarbaru sudah semakin padat dan kemacetan tak dapat dihindari, apalagi pada akhir pekan.

Infrastruktur transportasi yang dimaksud itu meliputi jalan raya, landasan pesawat, saluran air, kanal, jaringan pipa, terminal, bandara, dan halte bus. "Pemprov Kalsel harus membantu Pemko Banjarbaru dalam proses pembangunan di Ibu Kota Provinsi," tegas Dosen Fakultas Teknik ULM ini.

Sebab, jika melihat kondisi anggaran yang dimiliki Banjarbaru saat ini, masih minim untuk belanja modal. “Pemenuhan infrastruktur ini sebagai kunci dalam menjawab isu permasalahan lalu lintas dan transportasi di ibu kota,” tukasnya.

Hal ini rupanya sudah jadi persoalan bagi Pemko Banjarbaru. Bahkan Kepala Dishub Banjarbaru, Mirhansyah mengaku akan menyusun rencana induk terkait permasalahan transportasi. “Kita hendak melihat seperti apa rencana induk perhubungan Banjarbaru. Kalau ada, kita evaluasi, kita perbaiki dan sempurnakan, itu yang pertama,” ujarnya.

Ia mengakui, sebagai pejabat yang baru dilantik awal Maret tadi, dirinya perlu waktu untuk menerjemahkan secara rinci dan seksama terkait visi-misi Banjarbaru Juara. “Jadi harus bisa menerjemahkan Juara itu seperti apa. Termasuk di sektor transportasi, karena Dishub urusannya (soal) transportasi,” imbuhnya.

Tak hanya itu, Mirhan juga dihadapi dengan kebutuhan sarana dan prasarana jalan yang harus banyak dilengkapi. Serta penataan kawasan perparkiran di Ibu Kota Kalsel ini.

Mirhan juga mengingatkan potensi kemacetan di sejumlah titik di Banjarbaru. Apalagi nantinya saat memasuki musim mudik Idulfitri. “Karena Banjarbaru jadi pusat pergerakan di Kalsel. Suka tidak suka, mau tidak mau perkembangannya pesat sekali,” pungkasnya. (*)

 
 
 
Editor : Indra Zakaria
#banjarbaru