BALIKPAPAN - Sepekan sebelum perayaan Imlek, pengurus kelenteng Guang De Miao di Pasar Baru, Klandasan Ilir, Balikpapan Kota melaksanakan ritual memandikan patung dewa-dewi.
Seperti perayaan Imlek tahun-tahun sebelumnya, usai dimandikan, patung diganti bajunya. Mereka juga membersihkan tempat sembahyang. Prosesi ini digelar dalam rangka menyambut perayaan Hari Raya Imlek 2570 yang jatuh pada 5 Februari mendatang.
Ada sebanyak 30 patung dewa-dewi yang dimandikan. Patung-patung ini berasal dari kelenteng Guang De Miao dan Ching Lin Tien. Menurut Pengurus Kelenteng Guang De Miao, Hindro Arie Wijaya, pembersihan patung dewa-dewi dan penggantian baju dimulai sejak pukul 10.00 Wita.
Dipercaya, usai dimandikan dan digantikan pakaiannya, dewa-dewi tersebut naik ke langit. “Patung dewa-dewi dimandikan, mereka naik ke angkasa melaporkan amal perbuatan manusia. Dewa utama, ada dewa Ta Pe Kong di kuil atas dan San San Ciu How,” terang Hindro usai prosesi pemandian patung dewa-dewi, kemarin (29/1).
Aktivitas itu rutin dilakukan tiap tahunnya. Semua benda di dalam kelenteng harus bersih. Ini karena hari ketujuh sesudah Imlek, dewa dan dewi akan kembali ke bumi.
Patung dewa-dewi yang dimandikan itu adalah Kwan Im Pu Sa, Hu Thai Ye, Tu Ti Kong, Ching Sui Cu Se, Chay Sen Ye, Kwan Tie Kong, U Ku Sen Tie, Tien Se Ta Ti, Sui Ce Fu Cu, Lien Li Fu Cu, Cen An Ta Tie, Cem Hong Ta Tie, Sun Tien Ta Tie, Lan Tien Sang Tie, San San Ciu How Tien Chen, San San Liu Hai Tien Chen, dan San San Lu Wen Tien Chen.
“Saat Imlek akan dilakukan sembahyang. Kalaupun ada pembersihan, hanya sekitar kelenteng yang perlu dibersihkan saja,” kata dia. Dalam perayaan Imlek kali ini, dia berharap ketenteraman, kelancaran usaha, serta kesehatan.
Kelenteng Guang De Miao merupakan bangunan bersejarah bagi masyarakat Tionghoa di Kota Balikpapan. Kelenteng ini mampu menampung ribuan warga Tionghoa untuk beribadah. Pada 27 Februari nanti, kelenteng ini akan berusia 104 tahun.
“Tahun ini pastinya harapan kami dengan pergantian tahun, Kota Minyak dapat lebih damai, aman, dan kondusif. Selain itu, perekonomian Balikpapan lebih maju dan usaha lebih lancar,” pungkas Hindro. (cha/rus/k1)
Editor : amir-Amir KP