Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Makin Tinggi, Semakin Makmur

adminbp-Admin Balpos • 2019-02-05 17:22:16
HMMM…YUMMY: Kue keranjang yang memiliki tekstur kenyal dan lengket.
HMMM…YUMMY: Kue keranjang yang memiliki tekstur kenyal dan lengket.

Bagi masyarakat Tionghoa, makanan yang disajikan saat perayaan Imlek bukan sekadar jamuan untuk mengenyangkan perut. Ada simbol pengharapan untuk keselamatan dan keberuntungan di balik setiap sajian. Tak heran jika perayaan ini selalu identik dengan beberapa jenis makanan tertentu.

“Masyarakat Tionghoa percaya akan keberkahan dari makanan pada saat Imlek, sehingga penyajian makanan biasanya terdiri dari makanan yang bersumber dari darat dan laut sebagai lambang keberkahan tersebut,” terang Ketua Perkumpulan Tionghoa Balikpapan Tjan Hariyanto Chandra kepada Balikpapan Pos, kemarin.

Salah satu kue yang khas saat imlek yakni kue keranjang. Sajian ini berasal dari ketan dan gula, teksturnya yang kenyal dan lengket serta manis membuat sajian ini menjadi ciri khas saat Imlek.

“Kue keranjang dalam bahasa mandarin disebut Nian Gao atau dalam dialek Hokkian disebut dengan Ti Kwe, kata Nian berati tahun dan Gao berarti kue dan juga disebut dengan tinggi. Oleh sebab itu kue keranjang biasanya disusun tinggi dan bertingkat,” paparnya.

“Kue keranjang yang disusun makin mengecil itu memberikan makna peningkatan dalam hal rezeki atau kemakmuran,” tambah Hariyanto.

Dalam sejarahnya kue keranjang digunakan sebagai sesaji dalam upacara persembahan kepada leluhur saat tujuh hari menjelang tahun baru imlek dan pada malam menjelang tahun baru imlek.

“Kue ini biasanya tidak dimakan makan hingga hari Cap Go meh atau malam ke-15 setelah tahun baru imlek,” imbuh dia.

Dulu, ia menjelaskan, susunan kue keranjang yang semakin tinggi menunjukkan kelas sosial seseorang. Semakin tinggi kue keranjang menandakan kemakmuran keluarga pemilik rumah. Sajian ini disusun di bawah mangkok berwarna merah yang menunjukkan kemakmuran yang berbuah manis sebagai harapan dari perayaan Imlek.

Sementara itu, Hilda pemilik Kedai Kopi dan Mantau Canton di Jalan Jenderal Sudirman meskipun kue keranjang cukup mudah dibuat, ketelitian sangat diperlukan.

Untuk membuat kue keranjang, bahan utama yang diperlukan adalah tepung ketan yang dicampur dengan gula putih, gula merah dan santan. Bahan-bahan tersebut diaduk hingga rata, setelah itu barulah masuk pada tahap perebusan atau dikukus. Proses tersebut memakan waktu hingga 2 jam. Hilda mengingatkan agar adonan tidak memiliki gelembung udara.

“Kalau ada gelembung udaranya, jadi tidak terlihat menarik,” ujarnya.

Setelah itu dikukus barulah kue dicetak dalam mangkuk. Diamkan hingga mengeras, ukuran yang tersedia untuk kue kerajang mulai dari yang mini hingga big size.

“Kalau ingin dapat kue yang sempurna, memang dibutuhkan kesabaran dan ketelitian saat membuatnya,” pungkas dia. (dan/yud)

Editor : adminbp-Admin Balpos