BALIKPAPAN - Jelang hari raya Iduladha 1440 Hijriah, harga cabai rawit di pasar tradisional sudah menembus Rp 120 ribu per kilogram. Kenaikan sudah terjadi di Pasar Pandan Sari.
Kenaikan harga capai ini sudah terjadi beberapa hari lau. Sebelumnya, harga cabai rawit ini hanya sekitar Rp 70-75 ribu per kilogramnya.
Pedagang di pasar tradisional terus mengeluhkan harga komoditas cabai yang sudah melambung beberapa hari lalu mambuat omset pedagang menurun, lantaran banyak pembeli yang kabur karena harganya yang terlalu mahal.
"Cabai lagi naik. Untuk harga modalnya saja sudah mencapai Rp 80-100 ribu per kilogramnya, jadi kami menjualnya sekitar Rp 120 ribu per kilogram," keluh Irman (42), salah seorang pedagang di Pasar Pandan Sari.
Menurut sejumlah pedagang, kenaikan harga ini disebabkan stok dari agen maupun dari petani lokal berkurang.
"Semenjak empat hari yang lalu harga cabai ini sudah mulai mahal, karena kami beli dari agen juga mahal apalagi kalau belinya dari petani lokal, itu malah lebih mahal lagi," akunya Irman.
Irman mengaku, cabai rawit yang dibeli dari agen seharga Rp 85 ribu per kilogramnya. Sedangkan dari petani lokal Rp 100 ribu per kilo. Mahalnya harga cabai rawit dari petani lokal dipengaruhi akibat cuaca sehingga berdampak pada hasil panen.
Jadi kalau saya beli dari agen itu biasa saya jual Rp 100 ribu per kilo, tapi kalau dari petani lokal itu kadang saya jual Rp 120 ribu per kilo karena mereka jual ke kami juga mahal," paparnya Irman sambil tersenyum.
Sementara itu, di samping harga cabai mulai mengalami kenaikan yang cukup drastis, akan tetapi harga sayuran justru sangat murah seperti sayur bayam, sawi, hingga kangkung terjual dengan harga obral. Rata-rata sayuran tersebut dijual pedagang hanya Rp 2 ribu per ikatnya.
Salah satu pembeli di Pasar Pandan Sari, Nenek Atun (65) menuturkan, untuk harga cabai di pasar sudah naik sejak tiga hari lalu. Dirinya yang biasa membeli cabai dengan harga terjangkau, kini kaget dengan harga yang sekarang ini hingga capai ratusan ribu.
"Biasa saya kalu beli hanya seperempat saja, tapi pas saya tanya harga perkilonya mahal, dua hari ini saya tidak beli lagi," jelasnya pembeli.
Disisi lain, ia melanjutkan, dirinya merupakan pedagang nasi keliling yang berjualan di pasar tersebut. Untuk berjualan sudah pasti membutuhkan cabai untuk, akan tetapi dengan harga cabai yang tinggi, ia hanya membeli sambal jadi untuk menambah rasa dagangannya.
"Kan kalau jualan nasi gini biasanya banyak orang minta pedas, tapi kalau harga cabai mahal. Ya saya pakai lombok jadi saja," pungkasnya. (may/rus)
Editor : adminbp-Admin Balpos